Bau Bangkai Mayat Tercium dari Balik Pohon Gamal
Dibaca 24 kali
Polisi dan warga masyarakat sedang memasukkan jasad Sergius Angga ke dalam kantong jenazah, Sabtu (10/11), di Dusun Bidara Desa Sikka Kecamatan Lela
Maumere-SuaraSikka.com: Sergius Angga, warga Dusun Sikka Desa Sikka Kecamatan Lela hilang sejak Rabu (7/11). Warga di kampung yang mencari laki-laki berusia 70 tahun ini, mencium bau bangkai di balik pohon gamal milik Maryanus Maryanto. Ternyata Sergius Angga sudah dalam keadaan membujur kaku.
Kapolres Sikka AKBP Rickson PM Situmorang melalui rilis Minggu (11/11) pagi tadi menyebutkan warga menemukan mayat pada Sabtu (10/11) sekitar pukul 14.00 Wita. Saat itu Abdon Titi, Wilfridus Aurelius dan Yoseph Yance, warga Dusun Bidara, sedang mencari Sergius Angga yang sudah menghilang selama tiga hari.
Dalam perjalanan mencari keluarga yang hilang, Abdon Titi seperti mencium bau bangkai. Keetiganya berusaha mencari sumber bau bangkai. Namun ketiganya terhalang akibat kondisi lokasi yang berbukit.
“Saksi Abdon Titi kemudian memanjat pohon kelapa. Dia melihat seperti ada orang yang tertidur di balik pohon gamal. Lalu dia memberitahu dua saksi lain. Kemudian tiga saksi ini berteriak panggil warga Dusun Bidara untuk ajak ke lokasi. Mereka temukan mayat di situ,” jelas Rickson Situmorang.
Rickson Situmorang menambahkan tidak lama kemudian datang seseorang bernama Mo’at Sepe yang memastikan bahwa jasad yang ditemukan itu bernama Sergius Angga. Mo’at Sepe kemudian meminta ketiga saksi terebut untuk menyampaikan informasi ini kepada keluarga dan melaporkan kejadian tersebut ke Kantor Polsek Lela.
Polisi yang menerima laporan saksi, langsung menuju tempat kejadian perkara dan melakukan olah TKP. Tidak jauh dari lokasi ditemukan mayat, polisi menemukan barang-barang seperti parang, tas, dan topi. Diperkirakan barang-barang tersebut adalah milik korban.
Menurut Rickson Situmorang polisi juga menggali keterangan dari saksi-saksi tentang kondisi korban pada saat ditemukan. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi pun menghubungi tim medis Puskesmas Nanga untuk memeriksa jasad korban.
Dari keluarga yang dimintai keterangan, diketahui korban mengalami riwayat penyakit prostat. Keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah, dan menolak untuk dilakukan otopsi.*** (eny)