Reformasi Birokrasi di Sikka Belum Optimal

0
340
Reformasi Birokrasi di Sikka Belum Optimal
Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo berbicara dalam forum konsultasi publik rancangan awal RPJMD Kabupaten Sikka Tahun 2018-2023 di Gedung Sikka Convention Centre Maumere, Jumad (30/11)
Maumere-SuaraSikka.com: Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo atau Robby Idong, Kamis (6/12), membeberkan permasalahan pokok pembangunan di daerah tersebut. Dia menyebut terdapat dua masalah pokok, di antaranya yakni belum optimalnya reformasi birokrasi.
Hal ini diungkapkan Robby Idong ketika menyampaikan pidato pengantar rancangan awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2018-2023 di depan sidang paripurna. Usai menyampaikan pidato pengantar, Robby Idong menyerahkan dokumen rancangan awal RPJMD kepada Ketua DPRD Sikka Gorgonius Nago bapa.
Dalam pidato pengantar rancangan awal RPJMD tersebut, Robby Idong menjabarkan persoalan pokok pembangunan darerah, visi misi, perumusan sasaran strategis, arah kebijakan pembangunan, program prioritas, serta ukuran keberhasilan pencapaian visi misi.
“Setelah pemilihan kepala daerah Tahun 2018 berakhir, dan kami dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sikka pada 20 September 2018, maka sesuai ketentuan Pasal 49 ayat (2) dan ayat (3) Permendagri Nomor 86 Tahun 2017, kepala daerah mengajukan rancangan awal RPJMD kepada DPRD paling lambat 40 hari setelah dilantik, untuk dibahas dan memperoleh kesepakatan,” ujar Robby Idong.
Dia mengatakan RPJMD disusun dengan memperhatikan permasalahan pembangunan dan isu strategis pembangunan daerah berdasarkan data panel sampai tahun 2017. Ada dua masalah pokok pembangunan daerah yakni masih rendahnya kualitas hidup masyarakat dan belum otimalnya reformasi birokrasi.
Tentang masalah rendahnya kualitas hidup masyarakat, dia menyebut indikasinya dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Indeks Kebahagiaan (IK). Saat menyampaikan rancangan awal RPJMD, IPM dalam kondisi 63,8, sementara IK pada angka 68,52. Robby Idong menargetkan pada tahun 2023 IPM menjadi 73,20 dan IK menjadi 70,52.
Robby Idong menyebut ada tiga masalah pokok yang mengakibatkan rendahnya kualitas hidup masyarakat. Yang pertama, masih rendahnya tingkat pendidikan masyarakat, dengan indikatir Indeks Pendidikan. Akar masalahnya yakni rendahnya akses dan kualitas layanan pendidikan dengan indikator angka rata-rata lama sekolah dan angka harapan lama sekolah.
Yang kedua yakni masih rendahnya derajat kesehatan masyarakat, dengan indikator Angka Harapan Hidup. Akar masalahnya adalah masih tingginya angka kematian ibu, angka kematian bayi, dan angka kesehatan, dengan indikator Angka Kematian Ibu, Angka Kematian Bayi, dan Angka Kesakitan.
Dan yang ketiga, belum kokoh, belum maju, dan belum adilnya perekonomian dengan indikator PDRB perkapita, pertumbuhan ekonomi, inflasi, indeks gini, indeks Wiliamson, dan angka kemiskinan. Akar masalahnya yakni pembangunan ekonomi yang eksklusif dengan indikator nilai investasi penanaman modal asing dan penanaman modal dalam negeri, jumlah UMKM, kontrbusi PDRB sektor pertanian, pariwisata, perdangangan, industri, transportasi, pertumbuhan sektor konstruksi, listrik dan gas, air dan pengelolaan sampah, kualitas layanan infrastruktur, angka kriminaltas, dan indeks risiko bencana.
Terkait belum optimalnya reformasi birokrasi, Robby Idong menyebut indikasinya dari Indeks Reformasi Birokrasi (IRB). Kondisi awal pada saat penyampaian RPJMD, diketahui IRB dengan nilai C, dan ditargetkan pada tahun 2023 nanti mencapai nilai B. Belum otimalnya reformasi birokrasi, Robby Idong menyebut akibat dari masih rendahnya kinerja aparatur dalam pelayanan publik.
Ada tiga hal yang dia singgung yaitu masih rendahnya profesionalisme aparatur sipil negara dengan indikator Indeks Profesionalisme ASN, masih rendahnya akuntabilitas kinerja instansi pemerintah dengan indikator nilai SAKIP, dan belum optimalnya pengelolaan keuangan daerah dengan indikator jumlah temuan pemeriksaan BPK dan Asosiasi Pengawas Internal Pemerintah.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini