Tunjangan Belum Dibayar, Perangkat Desa Lela Datangi DPRD Sikka

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 19 Desember 2018 - 20:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 68 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Fraksi Partai Golkar Fransiskus Siku Parera sedang menerima perangkat Desa Lela Kecamatan Lela Kabupaten Sikka di Gedung DPRD Sikka, Rabu (19/12)

Anggota Fraksi Partai Golkar Fransiskus Siku Parera sedang menerima perangkat Desa Lela Kecamatan Lela Kabupaten Sikka di Gedung DPRD Sikka, Rabu (19/12)

Maumere-SuaraSikka.com: Puluhan perangkat desa di Desa Lela Kecamatan Lela Kabupaten Sikka Propinsi NTT mendatangi DPRD Sikka, Rabu (18/12). Mereka mengadu ke lembaga perwakilan rakyat perihal tunjangan yang belum dibayar selama kurun waktu 1-2 tahun ini.
Para perangkat desa itu didampingi Kepala Desa Lela Frederich Fransiskus Baba Djoedje. Mereka tidak sempat bertemu Pimpinan DPRD Sikka karena pada saat yang sama sedang ada rapat konsultasi antara Pimpinan DPRD Sikka, Bupati Sikka, dan Ketua-Ketua Fraksi DPRD Sikka. Akhirnya mereka diterima dua orang anggota Fraksi Partai Golkar yakni Fransiskus Siku Parera dan Ferdinandus Yan.
Aparat desa yang belum menerima tunjangan yakni 20 Ketua RT dan 9 Ketua RW selama tahun 2018, lalu 24 orang anggota Linmas selama tahun 2017 dan tahun 2018, terus 25 orang kader posyandu. Tunjangan Ketua RT dan RW Rp 1,2 juta pertahun, tunjangan Linmas Rp 1 juta pertahun, dan tunjangan kader posyandu Rp 1,2 juta pertahun.
Evensius Yuven da Rato selaku Ketua RT/RW 004/002 menjelaskan mereka sudah meminta Kepala Desa untuk segera membayar tunjangan aparat desa. Jika tidak segera dibayar maka perangkat desa akan melakukan aksi mogok kerja. Bahkan mereka tidak akan mengizinkan pembangunan tempat pemungutan suara (TPS) untuk kepentingan Pemilihan Umum 2019.
Da Rato menjelaskan kasus lambannya pembayaran tunjangan perangkat desa ini sudah kali kedua. Sebelumnya pada tahun lalu mereka juga mengalami hal yang sama. Tunjangan baru dibayarkan setelah mereka mengadu langung kepada Yoseph Ansar Rera, Bupati Sikka waktu itu.
Kondisi ini dibenarkan Walburgus Laki, yang sudah 36 tahun menjadi kader posyandu di Desa Lela. Dia mengatakan tunjangan kader posyandu untuk tahun 2017 baru dibayar pada pertengahan Januari 2018. Dia berharap kondisi seperti tahun lalu tidak terjadi lagi pada tahun ini. Untuk itu dia menegaskan agar Kepala Desa Lela segera membayar tunjangan mereka.
Apa alasanya sehingga tunjangan perangkat desa belum dibayar, Da Rato mengaku tidak mengetahui alasannya. Heron Hedwiq, mantan Ketua BPD Lela menduga ada hubungan yang tidak harmonis antara Kepala Desa Lela dan Camat Lela Richardus Peterson. Diduga karena hubungan yang tidak harmonis tersebut, Camat Lela tidak mau mencairkan dana desa untuk membayar tunjangan perangkat desa.
Kepala Desa Lela Frederich Fransiskus Baba Djoedje yang dimintai keterangannya mengatakan Camat Lela menahan dana desa sebesar Rp 1,5 miliar. Dia sendiri mengaku tidak mengetahui apa alasan Camat Lela menahan dana desa.
“Saya sudah sampaikan pertanggungjawaban, dan sekarang Inspektorat sedang melakukan pemeriksaan. Saya tidak tahu kenapa Camat tahan uang Rp 1,5 miliar,” jelas mantan aktifis GMNI Sikka itu.
Usai bertemu dengan dua anggota Fraksi Partai Golkar, para perangkat desa ini langsung menuju Kantor Bupati Sikka. Mereka berencana menyampaikan persoalan ini kepada Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo. Belum diketahui apa saja yang mereka sampaikan kepada Bupati Sikka dan bagaimana jalan keluarnya.
Sementara itu Camat Lela Richardus Peterson hingga sekarang belum bisa dimintai keterangan. Media ini sudah berupaya menghubungi lewat telepon selular, namun yang bersangkutan tidak menjawabnya.*** (eny)
Baca Juga :  Dorong Prestasi Belajar, Yapenthom Beri Beasiswa Pendidikan kepada 6 Pelajar

Berita Terkait

Pelatih Perse Ende Ingin Ketemu Persami Maumere di Final Piala Suratin
All Flores Semifinal Terjadi di Piala Suratin
Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Ikuti Kejurnas Taekwondo Danrem Wijayakrama di Jakarta
Lomba Paket Pelang HUT Yapenthom, Sebuah Kiat Mewariskan Tradisi
Pulangkan Kota Kupang, Sumba Barat Loloskan Soe dan SBD
Dua Tim Ngada Takluk di Kaki Malaka, Kini Manu Meo Siap Gebuk BMP Flotim
Lolos ke Fase Gugur, Persami Maumere Belum Meyakinkan
Pergi dengan Tekad, Pulang Bawa Berkat, SMKS Yohanes XXIII Maumere di Tingkat Nasional

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:07 WITA

Pelatih Perse Ende Ingin Ketemu Persami Maumere di Final Piala Suratin

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:43 WITA

All Flores Semifinal Terjadi di Piala Suratin

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:38 WITA

Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Ikuti Kejurnas Taekwondo Danrem Wijayakrama di Jakarta

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:55 WITA

Lomba Paket Pelang HUT Yapenthom, Sebuah Kiat Mewariskan Tradisi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:57 WITA

Dua Tim Ngada Takluk di Kaki Malaka, Kini Manu Meo Siap Gebuk BMP Flotim

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:58 WITA

Lolos ke Fase Gugur, Persami Maumere Belum Meyakinkan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:04 WITA

Pergi dengan Tekad, Pulang Bawa Berkat, SMKS Yohanes XXIII Maumere di Tingkat Nasional

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:24 WITA

Kembali dari LKS Tingkat Nasional, Duta Prestasi SMKS Yohanes XXIII Maumere Dapat Beasiswa Pendidikan

Berita Terbaru

Ekspresi berbeda pemain Persami Maumere dan Perss Soe usai laga di Gelora Samador da Cunha Maumere, Senin (10/8)

Daerah

All Flores Semifinal Terjadi di Piala Suratin

Senin, 10 Agu 2026 - 18:43 WITA

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito melaunching Program NADI JKN, Selasa (4/8) di Jakarta

Nasional

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Sabtu, 8 Agu 2026 - 06:33 WITA