Polres Sikka Belum Tindak Lanjut 136 Laporan di Tahun 2018

0
306
Polres Sikka Belum Tindak Lanjut 136 Laporan di Tahun 2018
Kapolres Sikka AKBP Rickson Situmorang memberikan keterangan pers akhir tahun di Polsek Alok, Senin (31/12) malam
Maumere-SuaraSikka.com: Kinerja institusi Polres Sikka sepanjang tahun 2018 boleh diberikan apresiasi, di tengah berbagai persoalan hukum yang terjadi di Kabupaten Sikka. Dari 339 laporan masyarakat yang masuk, pihak kepolisian berhasil menyelesaikan 203 kasus atau setara 59,88 persen. Masih terdapat 136 laporan yang hingga kini belum bisa ditindaklanjuti.
Informasi ini disampaikan Kapolres Sikka AKBP Rickson Situmorang, Senin (31/12) malam di Polsek Alok, dalam keterangan pers akhir tahun. Saat itu Rickson Situmorang didampingi Wakapolres Sikka Kompol Iwan Iswahyudi, Kasat Reskrim Heffri Iptu Dwi Irawan, Kasat Samapta Iptu Messakh Hetharie Kapolsek Alok Iptu Yohanes Bala, dan sejumlah aparat kepolisian lainnya.
Rickson Situmorang merincikan 145 laporan masyarakat diterima di SPKT Polres Sikka, lalu 191 laporan diterima di SPKT pada 8 Polsek jajaran, dan 3 laporan di Satresnarkoba. Kasus yang paling banyak terjadi di wilayah hukum Polres Sikka antara lain pencurian, curanmor, penganiayaan, dan kasus anak di bawah umur.
Jumlah laporan masyarakat pada tahun 2018 meningkat jika dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2017, laporan masyarakat berjumlah 324 kasus dan diselesaikan 212 kasus atau setara 65,43 persen. Dari sisi ini, bisa diketahui terjadinya tingkat penurunan persentase dalam upaya menyelesaikan dan menindaklanjuti laporan masyarakat.
Kapolres Sikka mengaku mengalami berbagai kendala dan hambatan dalam menyelesaikan laporan masyarakat. Dia menyebutkan antara lain orang yang diduga tersangka sudah melarikan diri dan tidak bisa ditemukan penyidik. Selain itu ada juga laporan masyarakat yang pada akhirnya diselesaikan secara perdamaian antara kedua belah pihak.
Dari data yang diperoleh media ini, laporan masyarakat paling banyak masuk melalui Polres Sikka. Di jajaran Polsek, jumlah laporan masyarakat paling banyak di Polsek Kewapante yakni 49 laporan, menyusul Polsek Alok dan Polsek Waigete masing-masing 43 laporan. Sementara laporan masyarakat yang terendah di Polsek Lela yakni hanya 3 laporan.
Jika dilihat dari persentase penyelesaian kasus laporan masyarakat, berturut-turut yakni Satresnarkoba 100 persen, Polsek Nita 75 persen, Polsek Lela 66,66 persen, Polres 65,51 persen, Polsek Bola 64,28 persen, Polsek Waigete 60,46 persen, Polsek Kewapante 59,18 persen, Polsek Paga 58,82 persen, Polsek Nele 50 persen, dan terendah Polsek Alok 39,53 persen.
Dia menambahkan untuk kasus kecelakaan lalulintas pada tahun 2018 meningkat 2 kasus dibandingkan dengan tahun 2017, yakni dari 70 kasus menjadi 72 kasus. Rickson Situmorang tidak merincikan jumlah korban meninggal akibat kecelakaan lalulintas.
Sementara itu untuk pelanggaran lalulintas mengalami penurunan dari 2.872 kasus menjadi 2.589 kasus, terdiri dari tilang turun menjadi 1.358 kasus dari sebelumnya 1.727 kasus, dan teguran meningkat dari 1.145 kasus menjadi 1.231 kasus.
Rickson Situmorang juga menyinggung soal pengamanan kegiatan masyarakat baik dalam skala nasional, regional, maupun lokal, yang mengundang perhatian publik. Dia menyebut antara lain kedatangan rombongan Oase yang dipimpin Ibu Wakil Presiden, Pemilihan Kepala Daerah, pengamanan Hari Raya Idul Fitri, Pentahbisan Uskup Maumere, Semana Santa, Maumere Jazz Fiesta Flores,  serta perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru.
Rickson Situmorang sudah hampir satu tahun menjabat sebagai Kapolres Sikka, sejak 17 Januari 2018. Dia berharap selama tahun 2019 nanti situasi Kabupaten Sikka tetap kondusif.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini