Ahok Resmi Hirup Udara Bebas
Dibaca 9 kali
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok melambaikan tangannya kepada Ahokers, usai keluar dari Rutan Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Kamis (24/1)
Depok-SuaraSikka.com: Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias Ahok, Kamis (24/1), resmi menghirup udara bebas. Ahok menjalani kurungan di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua Depok selama 2 tahun, dipotong remisi 3 bulan 15 hari. Dia terlibat kasus penistaan agama.
Ahok dijemput oleh Tim BTP, salah satu di antaranya adalah putra sulungnya bernama Nicolas Sean. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu keluar sekitar pukul 07.30 Wita. Di luar mako Brimob ratusan Ahokers menyambut gembira. Pelbagai spanduk, krans bunga terbentang rapi, untuk menyambut hari pembebasan Ahok.
Para pendukung Ahok mendatangi Mako Brimob jelang mantan Gubernur DKI Jakarta itu bebas. Mereka berasal dari beragam usia dan kalangan, termasuk para emak-emak yang menamakan diri Wonder Nande, yang digawangi Dewi Sembiring, Valentine Sembiring, dan Karina Aritonang. Mereka ini rela datang jauh-jauh dari Cengkareng sejak Kamis dini hari.
Mereka membawa spanduk bertuliskan dukungan moral terhadap Ahok. Mereka menulis “Selamat datang di surga”, tetapi dengan kalimat bahasa Inggris yang kurang tepat. Inginnya menulis “Welcome to Paradise’, Dewi dan kawan-kawan malah menulis “Wellcome in Paradise’”.
Tulisan lengkap dalam spanduk itu berbunyi “Tidak Ada Pejuang yang Tidak Terluka: Wellcome in Paradise Ahok”. Di bawah spanduk itu tertulis “With Love Wonder Nande”.
“Saya mau bilang dia (Ahok) tetap ada di surga di Indonesia, apa pun yang terjadi. Selamat datang kembali, Pak Ahok,” kata Dewi di kawasan Mako Brimob Kelapa Dua sebagaimana dikutip dari CNN Indonesia.
“Ya, bahasa Inggrisnya agak salah, namanya juga bahasa Inggris ibu-ibu dapur,” ucap Dewi sembari tertawa.
Dewi dan kawan-kawan bertolak dari Cengkareng menggunakan taksi online sejak pukul 04.00 WIB. Mereka datang pagi buta agar tidak melewatkan momen bertemu atau sekadar melihat idolanya.
Dewi menyampaikan mereka sudah berencana datang sejak mendengar Ahok akan bebas. Bahkan mereka sudah mempersiapkan spanduk tersebut sejak Desember 2018. Selain spanduk, mereka juga menyiapkan kain khas Karo untuk diberikan pada mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
“Ini Uwis Karo Bekabuluh, kita mau kasih ke Pak Ahok. Tapi kayaknya enggak bisa ketemu, belum ada informasi juga,” ucapnya.
Dewi berharap Ahok segera kembali ke dunia politik dan pemerintahan Indonesia. Pasalnya, kata dia, Ahok adalah sosok tegas yang dibutuhkan Indonesia.
“Jadi apa ya, presiden sudah enggak bisa. Ketua KPK kali ya, kan harus orang berani,” tutur Dewi.
Ahok divonis bersalah dalam kasus penodaan agama. Kasus Ahok dipicu oleh pidatonya di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, 2016 lalu, yang mengutip surat Al Maidah ayat 51. (eny)