Pasien DBD Meningkat, Rumah Sakit Kekurangan Tempat Tidur

0
446
Pasien DBD Meningkat, Rumah Sakit Kekurangan Tempat Tidur
Dokter spesialis anak Mario Nara sedang memeriksa kesehatan seorang pasien DBD di Ruang Melati RSUD TC Hillers Maumere, Senin (28/1)
Maumere-SuaraSikka.com: Ruangan Melati di RSUD TC Hillers Maumere penuh sesak dengan pasien anak. Anak-anak ini terserang berbagai macam penyakit, di antaranya demam berdarah dengue (DBD). Jumlah pasien DBD meningkat. Bahkan ada yang terpaksa dirawat di ruangan orang dewasa, akibat kekurangan fasilitas tempat tidur.
Sampai akhir Januari 2019, tercacat 42 kasus DBD yang menyerang warga Kabupaten Sikka. Di antaranya terdapat 16 anak yang sedang dirawat intensif di RSUD TC Hillers Maumere. Pasien DBD ini ditangani dokter spesialis anak Mario Nara.
Meningkatnya jumlah pasien DBD dalam kurun waktu 1 bulan ini, terkait erat dengan cuaca ekstrim yang menimpa Kabupaten Sikka dua bulan terkahir ini. Hujan deras mengakibatkan material yang berisikan sampah dan kotoran meluap dan tercecer. Dan ini yang menjadikan sarang nyamuk sebagai pemicu berbagai penyakit termasuk DBD.

Berita Terkait:


Dokter Mario Nara yang dihubungi saat sedang melakukan visit menjelaskan peningkatan jumlah pasien anak dengan DBD terjadi sepekan pada satu mingg terakhir. Pada umumnya pasien DBD mengalami kekurangan cairan dalam tubuh. Dia memperkirakan persoalan ini berdamapk dari cuaca ekstrim dan pola hidup sehat lingkungan.
“Cuaca buruk, sampah di mana-mana. Nah ini kalau kita lengah, maka banyak sekali sarang nyamuk di sekitar kita. Lingkungan jadi tidak sehat, sehingga mudah terseang penyakit,” ujar Mario Nara.
Pantauan media ini di Ruang Melati, Senin (28/1), semua tempat tidur di ruangan anak ditempati pasien. Hampir tidak ada tempat tidur yang kosong. Beberapa pasien anak terpaksa dirawat di ruang orang dewasa. Hal ini untuk menjaga kenyamanan, dari pada mereka ditempati di lorong-lorong ruangan.
Alfonsus Mario, seorang bocah berusia 7 tahun lebih, satu di antara 16 pasien yang terseang DBD. Sudah satu minggu bocah ini dirawat di Ruang Melati. Dia dilarikan ke rumah sakit setelah sebelumnya mengalami panas tinggi. Kondisinya sangat lemah akibat kekurangan cairan dalam tubuh.
Meskipun terjadi peningkatan jumlah kasus DBD, pemerintah setempat belum menetapkan hal ini sebagai kejadian luar biasa. Pemkab Sikka melalui Dinas Kesehatan telah mengambil langkah-langkah taktis untuk mengantispasi makin bertambahnya jumlah DBD.
Untuk mengantisipasi peningkatan kasus DBD di Kabupaten Sikka, Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka telah melakukan langkah-langkah taktis strategis. Antara lain yakni Bupati Sikka telah mengeluarkan surat edaran kepada para camat untuk melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk dengan pola 4M yaitu menutup, mengubur, menguras, dan memantau.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka Maria Bernadina Sada Ninu mengimbau warga masyarakat untuk memastikan pola hidup sehat sehingga tidak mudah terserang penyakit.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini