Dua Bidan Dimutasi, Keluarga Tutup Akses Puskesmas Lekebai

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 1 Februari 2019 - 09:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 105 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Kesatuan Polisi Pamong Praja dan Damkar Yoseph Benyamin menyerahkan berita acara penyelesaian masalah tanah Puskesmas Lekebai kepada salah satu ahli waris, Senin (28/1)

Kepala Kesatuan Polisi Pamong Praja dan Damkar Yoseph Benyamin menyerahkan berita acara penyelesaian masalah tanah Puskesmas Lekebai kepada salah satu ahli waris, Senin (28/1)

Maumere-SuaraSikka.com: Aktifitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Lekebai Kecamatan Mego Kabupaten Sikka Propinsi NTT sempat terhenti pada Senin (28/1) lalu. Masalahnya karena pemilik tanah bersama keluarga menutup akses jalan ke puskesmas akibat kebijakan mutasi dua bidan yang bekerja di puskesmas tersebut.
Keluarga yang melakukan penutupan akses ke Puskesmas Lekebai merupakan ahli waris pemilik tanah, tempat puskesmas itu dibangun. Mereka keberatan dan tidak rela pemerintah memutasikan dua bidan tersebut. Jika kebijakan tersebut dilakukan, maka keluarga akan mengambil kembali tanah yang sudah dihibahkan kepada pemerintah.
Dua bidan tersebut dipandang berkinerja baik dalam pelayanan kesehatan. Apalagi keduanya tinggal tidak jauh dari Puskesmas Lekebai, sehingga memudahkan masyarakat yang membutuhkan bantuan pelayanan pada malam hari.
Terhadap aksi penutupan akses jalan ke Puskesmas Lekebai, pemerintah setempat langsung menurunkan Kepala Kesatuan Polisi Pamong Praja dan Damkar Yoseph Benyamin dan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka Deddy Benyamin. Keduanya ditugaskan untuk membangun komunikasi agar menyelesaikan persoalan tersebut.
Yoseph Benyamin yang dihubungi Kamis (31/1), menjelaskan persoalan penutupan akses ke Puskesmas Lekebai sudah diselesaikan. Para pihak telah menyepakati beberapa poin yang dituangkan dalam berita acara penyelesaian masalah tanah Puskesmas Lekebai.
Tanah tempat dibangunnya Puskesmas Lekebai adalah milik Yohanis Sedo. Tanah tersebut dihibahkan kepada pemerintah daerah untuk pembangunan Puskesmas Lekebai. Hingga kini tanah tersebut belum tercatat sebagai aset pemerintah daerah. Sertifikat tanah masih atas nama pemilik tanah.
Pada pertemuan di Puskesmas Lekebai, pihak alih waris bersedia menghibahkan tanah kepada pemerintah daerah dengan catatan dua bidan tersebut ditempatkan kembali ke Puskesmas Lekebai sampai usia pensiun. Terhadap tuntutan ini pemerintah daerah menyanggupinya.
Langkah selanjutnya yakni pemerintah daerah segera akan menindaklanjuti tuntutan tersebut. Jika sudah ditindaklanjuti maka akan dilakukan proses hibah tanah, yang diikuti dengan sertifikasi atas nama pemerintah daerah sebagai pemegang hak atas tanah tersebut.
“Kita akan tindaklanjuti tuntutan ahli waris, dan seterusnya berproses sampai sertifikasi tanah menjadi mikik pemerintah. Jika semua proses sudah selesai, maka pemilik tanah maupun keturunannya tidak berwenang lagi mengajukan keberatan atas status kepemilikan tanah Puskesmas Lekebai,” jelas Yoseph Benyamin.
Pasca penandantanganan berita acara antara para pihak, keluarga dna ahli waris langsung membuka kembali akses ke puskesmas. Hingga kini suasana di Puskesmas Lekebai sudah kondusif. Petugas medis sudah kembali melayani kesehatan masyarakat.*** (eny)
Baca Juga :  Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani

Berita Terkait

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka
Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti
Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN
Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani
Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani
Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 
Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal
Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:54 WITA

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:56 WITA

Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:38 WITA

Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:22 WITA

Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani

Senin, 18 Mei 2026 - 15:12 WITA

Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:13 WITA

Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:37 WITA

Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:33 WITA

Festival Sepak Bola Pelajar Sukses Meniti Prestasi, Bupati Sikka Beri Apresiasi

Berita Terbaru