Perusahaan Belum Bayar Upah Kerja Proyek Jembatan Natarleba

0
271
Perusahaan Belum Bayar Upah Kerja Proyek Jembatan Natarleba
Marthen Luther Wika, mandor PT Permata Hijau Baru Jari
Maumere-SuaraSikka.com: Masalah pelaksanaan proyek jembatan dan upah pekerja yang belum dibayar, kembali terjadi lagi di Kabupaten Sikka. Kali ini dialami para pekerja Proyek Penggantian Jembatan Natarleba di Kecamatan Talibura Kabupaten Sikka Propinsi NTT.
Persoalan ini disampaikan Marthen Luther Wika selaku mandor PT Permata Hijau Baru Jari, perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut. Dia menyampaikan hal ini kepada wartawan, Selasa (29/1), usai melaporkan persoalan tersebut di Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten Sikka.
Marthen Luther Wika menuturkan pekerjaan proyek sudah selesai pada akhir Desember 2018 lalu. Pihak perusahaan telah melakukan serah terima tahap pertama atau yang biasa disebut provisional hand over (PHO). Pasca PHO, pimpinan perusahaan langsung angkat kaki tanpa menyelesaikan upah pekerja. Perusahaan ini berkedudukan di Mataram Propinsi Nusa Tenggara Barat.

Berita Terkait:


Laki-laki asal Tetandara Kabupaten Ende ini mengaku merekrut 15 tenaga kerja untuk terlibat sebagai buruh. Mereka memborong pekerjaan dengan biaya Rp 74.423.000. Perusahaan sudah membayar sebanyak Rp 55.700.000. Sisa upah tenaga kerja yang belum dibayar sebesar Rp 18.723.000.
Marthen Luther Wika mengaku sudah berupaya menghubungi direktur perusahaan yang biasa dipanggil dengan nama Budi. Namun setiap kali sambungan telepon tidak pernah diterima oleh yang bersangkutan. Marthen Luther Wika kini menjadi bingung karena buruh-buruh yang dipekerjakan terus menagih upah kepadanya.
“Kami ini cari makan dari pekerjaan seperti begini. Jangan begitu caranya, masa pulang ke Mataram lalu tidak bayar upah buruh. Saya sudah telepon terus-menerus, tapi tidak pernah diangkat,” keluh laki-laki berusia 67 tahun itu.
Terhadap persoalan upah kerja ini, Marthen Luther Wika mengaku sudah menyampaikan kepada Satker 64 PPK Maumere-Waerunu Anak Agung Gede Esa. Dia berharap Anak Agung Gede Esa dapat memfasilitasi komunikasi dengan pihak perusahaan guna menyelesaikan upah para pekerja.
Marthen Luther Wika hingga kini masih berada di Maumere. Dia menumpang tinggal bersama Site Manager PT Telaga Pasir Kuta Hari Hantoro yang juga mengalami persoalan ketenagakerjaan terkait pekerjaan Proyek Penggantian Jembatan Ubeloler di Desa Kringa Kecamatan Talibura. Dia belum berani pulang sebelum menyelesaikan persoalan ini.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini