Tergiur Ringgit, Susi Susanti Jadi Tenaga Kerja di Malaysia

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 19 Maret 2019 - 09:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 26 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo didampingi Stah Ahli Menteri Nakertrans dan Kepala Dinas Nakertrans Kabupaten Sikka Germanus Goleng dalam satu kesempatan beberapa waktu lalu berbincang-bincang dengan calon tenaga kerja yang akan berangkat ke Malaysia;

Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo didampingi Stah Ahli Menteri Nakertrans dan Kepala Dinas Nakertrans Kabupaten Sikka Germanus Goleng dalam satu kesempatan beberapa waktu lalu berbincang-bincang dengan calon tenaga kerja yang akan berangkat ke Malaysia;

Maumere-SuaraSikka.com: Susi Susanti nekad menjadi tenaga kerja di Malaysia. Pilihan itu dia lakukan untuk mengubah masa depan keluarga. Ringgit benar-benar menggiurkan sehingga dia pun rela meninggalkan keluarga.
Perempuan bernama lengkap Maria Susi Susanti Bhanda ini adalah warga Desa Done Kecamatan Magepanda Kabupaten Sikka Propinsi NTT. Media ini bertemu dengan dia pasca pengresmian Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPPMI) di Maumere, Kamis pekan lalu. Saat itu dia sedang mengurus administrasi sebagai calon pekerja migran.
Susi Susanti tidak sendirian. Dia datang bersama empat orang rekan lainnya yang juga berasal dari desa yang sama. Mereka adalah Lusia Re, Emiliana Sebi, Yosefini Jeri, dan Regina Reri. Kelima orang ini merupakan calon pekerja migran yang pertama kali memanfaatkan kehadiran LTSA PPPMI Maumere.
Tergiur Ringgit, Susi Susanti Jadi Tenaga Kerja di Malaysia
Calon pekerja migran Indonesia asal Desa Done Kabupaten Sikka sedang dilayani di LTSA PPPMI Maumere
Setelah melakukan registrasi, kelima calon tenaga kerja ini tampak sedang duduk antri pada bangku panjang di ruangan itu. Setelah itu mereka dilayani para petugas LTSA PPPMI. Ada enam loket pelayanan yang diisi oleh instansi terkait, berturut-turut dari Dinas Ketenagkerjaan dan Transmigrasi, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Kesehatan, Kantor Imigrasi, BPJS Nakertrans, dan P4KTI.
Kepada media ini Susi Susanti mengaku kesulitan keuangan yang membuat dia bersama rekan-rekannya mekad mengadu nasib di Malaysia sebagai pengasuh rumah tangga. Malaysia menjadi negara penempatan karena dia merasa ada kesamaan kultur yang tidak terlalu menyulitkan dan membutuhkan waktu lama untuk penyesuaian.
Di antara 5 calon tenaga kerja ini, ada beberapa yang sudah pernah bekerja di Malaysia. Waktu itu mereka menempuh jalur non prosedural karena diajak oleh teman. Kali ini untuk tidak melahirkan risiko selama beradi di Negeri Jiran, kelimanya mengambil sikap untuk mengikuti prosedural pengiriman dan penempatan tenaga kerja di luar negeri melalui LTSA PPPMI Maumere.
“Sudah ada jalur resmi jadi memang sebaiknya pakai jalur resmi saja. Apalagi urusannya cepat dan mudah. Dan yang lebih penting kan kami bisa merasa nyaman ketika bekerja di sana. Tidak lagi dikejar-kejar petugas keamanan di sana,” ujar Emiliana Sebi.
Kelima calon tenaga kerja ini juga merasa beruntung karena hari itu mereka sempat ditemui pejabat dari Kementerian Ketenagkerjaan RI dan Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo. Pejabat kementerian dan Bupati Sikka memberikan apresiasi karena mereka berlima sudah mau memanfaatkan LTSA PPPMI sebagaimana yang diamanatkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.*** (eny)
Baca Juga :  Bangunan SDN Wolomoni di Niawula Ende Digusur Paksa, Jadikan Koperasi Desa Merah Putih, Satgas FP NTT Nasional Kecam Keras!

Berita Terkait

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri
Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut
Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak
Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah
Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka
Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan
Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta
Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:31 WITA

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:17 WITA

Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:44 WITA

Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:50 WITA

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:30 WITA

Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:45 WITA

Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:27 WITA

Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:51 WITA

10 Kali Dapat Opini WTP, Bupati Sikka: Berkat Komitmen Eksekutif dan Legislatif

Berita Terbaru

Daerah

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Kamis, 11 Jun 2026 - 07:50 WITA