Muatan Melebihi Kapasitas, Puluhan Pemudik Terpaksa Pindah Kapal

0
267
Muatan Melebihi Kapasitas, Puluhan Pemudik Terpaksa Pindah Kapal
Para pemudik menumpang KM Fajar Baru tujuan Desa Pemana Kabupaten Sikka, Senin (3/6)
Maumere-SuaraSikka.com: Puluhan pemudik yang menumpang pada KM Fajar Baru tujuan Desa Pemana Kabupaten Sikka Propinsi NTT, Senin (3/6), terpaksa dipindahkan ke KM Citrawati. Hal ini disebabkan muatan pada KM Fajar Baru sudah melebihi kapasitas sesuai dokumen izin berlayar.
Sesuai Surat Izin Berlayar (SIB) yang diterbitkan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Maumere, Fajar Baru hanya dibolehkan mengangkut maksimal 50 penumpang. Namun di atas kapal kayu itu jumlah penumpang sudah mendekati 100 orang. Sementara itu nahkoda kapal dengan sedikit memaksa hendak memberangkatkan kapal.
Petugas KSOP Maumere yang melakukan pengawasan di Pelabuhan Laurensius Say Maumere lalu berkoordinasi dengan nahkoda Fajar Baru untuk memindahkan sejumlah penumpang ke Citrawati. Namun nahkoda Fajar Baru tetap ngotot berlayar dengan muatan yang melebihi kapasitas.
Bahruddin, si nahkoda kapal beralasan mestinya hari ini dia tidak berlayar. Jadwal berlayar Fajar Baru adalah besok Selasa (4/6). Namun dia menghormati permintaan KSOP Maumere yang meminta Fajar Baru membantu mengangkut penumpang yang hendak mudik ke Desa Pemana.
“Jadwal saya besok, tapi KSOP yang minta untuk layani penumpang hari ini. Nah sekarang kita layani penumpang, tapi jumlahnya dibatasi. Kalau tahu begini sebaiknya hari ini saya tidak berlayar saja,” ujarnya kesal.
Muatan Melebihi Kapasitas, Puluhan Pemudik Terpaksa Pindah Kapal
Nahkoda LM Fajar Baru Bahrudin sedang melakukan pendekatan kepada petugas KSOP Maumere
Bahrudin pun melakukan pendekatan kepada petugas KSOP Maumere agar kapalnya diizinkan berangkat. Namun petugas KSOP Maumere tetap tidak mengizinkan Fajar Baru berangkat, sebelum memindahkan sejumlah penumpang ke Citrawati sehingga penumpang yang ada di atas Fajar Baru sesuai dengan dokumen SIB.
Gagal melakukan pendekatan dengan petugas KSOP Maumere, Bahrudin akhirnya meminta sejumlah penumpang pindah ke Citrawati. Puluhan penumpang akhirnya pindah ke Citrawati yang berlabuh hanya beberapa meter dari tempat bersandar Fajar Baru. Setelah itu petugas pun menginzinkan Fajar Baru berangkat.
Pantauan media ini, ada dua kapal yang melayani penumpang tujuan Pemana. Tidak ada pengaturan yang jelas penumpang harus naik kapal yang mana. Akibatnya penumpang bebas memilih kapal sesuai keinginan. Meski Fajar Baru sudah sarat penumpang, namun masih banyak penumpang yang lebih suka mudik menggunakan Fajar Baru.
Bahrudin mengaku tidak bisa membendung keinginan penumpang yang hendak mudik menggunakan Fajar Baru. Sebagai pelayan jasa transportasi laut, pilihan penumpang harus dihormati. Meski demikian dia sadar jika jumlah penumpang sudah melewati kapasitas, yang tentu saja bisa mengancam risiko kecekalaan laut.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini