Pemerintah Proyeksikan PAD Sikka 2020 Sebesar Rp 121 Miliar Lebih

0
45
Pemerintah Proyeksikan PAD Sikka 2020 Sebesar Rp 121 Miliar Lebih
Suasana sidang paripurna DPRD Sikka terkait KUA PPAS TA 2020
Maumere-SuaraSikka.com: Pemerintah Kabupaten Sikka proyeksikan pendapatan asli daerah (PAD) pada tahun 2020 sebesar Rp 121.440.000.000 atau bertambah Rp 17.150.277.799 jika dibandingkan tahun 2019.
Untuk tahun ini, target PAD sebesar Rp 104.289.722.201. Sampai dengan semester pertama di Juni 2019, pemerintah baru merealisasikan 30 persen atau Rp 31 miliar lebih. Kondisi ini membuat pesimis banyak orang akan kesanggupan Bupati Sikka merealisasikan target PAD 2020.
Menjawabi keraguan itu, Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo atau Robby Idong pun mematok kebijakan pokok dalam merencanaan pendapatan daerah. Di depan paripurna DPRD Sikka, Senin (24/6), dia mematok dua hal mendasar yang akan diupayakan untuk meningkatkan PAD yaitu intensifikasi dan ekstensifikasi PAD, dan optimalisasi pemanfaatan aset daerah.
Dari sisi intensifikasi, Bupati Sikka menggariskan 5 upaya yang akan dilakukan. Pertama, meningkatkan manajemen tatakelola pemungutan dan penerimaan PAD. Hal ini ditempuh melalui penyederhanaan sistem dan prosedur administrasi pemungutan pajak dan retribusi daerah, peningkatan ketersediaan sistem informasi yang kredibel dan akuntabel, penerapan tarif pajak daerah dan retribusi daerah sesuai peraturan daerah yang telah ditetapkan, serta meningkatkan pengendalian dan pengawasan atas pemungutan pajak dan retribusi daerah.
Kedua, meningkatkan kualitas sarana layanan publik sehingga masyarakat merespons secara positip atas pungutan yang ditetapkan. Ketiga, meningkatkan kapasitas dan integritas aparatur pemungut PAD, dengan pelatihan teknis dan pemberian reward dan punishment yang sesuai dan layak.
Keempat, meningkatkan peran dan fungsi perangkat daerah pengelola PAD dalam peningkatan pelayanan dan upaya optimalisasi peneriaman PAD sesuai target yang ditetapkan. Kelima, meningkatkan pengawasan dan penagakan peraturan daerah terhadap pelaksanaan pungutan setiap jenis PAD.
Upaya ekstensifikasi yakni memperluas subjek dan objek pajak serta penyesuaian tairf. Terdapat 6 hal yang akan dilakukan yaitu perluasan wajib pajak, penyempurnaan tarif, perluasan objek pajak, dan meningkatkan pengawasan dan penegakan peraturan daerah dari pelaksanaan pungutan stiap jenis PAD.
Selain itu, meningkatkan kerja sama dengan KPP Pratama dan UPTD Pendapatan Propinsi untuk mengoptimalkan penerimaan dari sumber-sumber bagi hasil pajak propinsi dan pajak pusat yang ada di daerah.  Dan juga meningkatkan kerja sama dalam rangka optimalisasi peran dunia usaha, terutama perbankan, dalam menyediakan sarana dan prasarana pemungutan PAD.
Bupati Sikka mengatakan pemerintah daerah memiliki aset yang dapat lebih dioptimalkan pemanfaatannya untuk pelayanan kepada masyarakat maupun peningkatan pendapatan. Optimalisasi aset daerah dapat dicapai dengan perbaikan pengelolaan aset, peningkatan kerja sama dengan pihak lain atau swasta dalam bentuk Build Operating Transfer (BOT) maupun kontrak konsensi, dan pembentukan badan usaha baru yang khusus untuk pengoptimalan aset daerah.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini