Pemerintah Tidak Sertakan Program Sexy Pinjamam Daerah

0
42
Pemerintah Tidak Sertakan Program Sexy Pinjamam Daerah
Suasana sidang paripurna di DPRD Sika
Maumere-SuaraSikka.com: Pemkab Sikka bersama DPRD setempat sedang melakukan pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) Tahun 2020. Dalam dokumen tersebut diketahui pemerintah tidak menyertakan Pinjaman Daerah, yang merupakan progam sexy pada saat kampanye politik.
Adalah Ketua Fraksi Partai Demokrat Agustinus Romualdus Heni yang mempertanyaan hal ini, Selasa (25/6), saat menanggapi Pidato Pengantar Bupati Sikka tentang KUA PPAS 2020. Hemat dia, kalau dilaksanakan, tentu bisa bermanfaat untuk kegiatan pembangunan.
“Fraksi Partai Demokrat tidak melihat target pendapatan dari Pinjaman Daerah. Padahal pos ini juga menjadi pembeda dan nilai tambah dari paket Roma dibandingan paket yang lain. Program ini adalah program yang sangat sexy selama masa kampanye.  Mengapa tidak ada rencana realisasi untuk tahun 2020, padahal tahun depan kita sudah masuk pada tahun kedua kepemimpinan Roma,” tanya Agustinus Romualdus Heni.
Menurut dia, jika pinjaman daerah dilaksanakan, maka bisa dimafaatkan untuk mendukung Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Sikka.  Fraksi Partai Demokrat berpendapat bahwa kebutuhan pendanaan untuk PDAM sebaiknya menggunakan pinjaman daerah, sehingga ada tanggung jawab untuk meningkatkan kinerja pelayanan karena ada kewajiban untuk mengembalikan pinjaman daerah.
Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo atau Robby Idong dalam keterangannya, Rabu (26/6), menanggapi pernyataan Fraksi Partai Demokrat. Dia mengatakan pemerintah sedang melakukan penjajakan kerja sama pinjaman daerah dengan BUMN atau lembaga peminjam di bawah naungan Kementerian Keuangan.
Menurut Robby Idong, rencana pinjaman daerah tersebut akan diajukan ke DPRD Sikka untuk dibahas dan ditetapkan melalui peraturan daerah. Robby Idong pun meminta dukungan DPRD Sikka.
Dalam catatan media ini, pada awal Oktober 2018, Robby Idong pernah memanggil Direktur Utama PDAM Sikka Fransiskus Laka, dalam rangka komitmennya merealisaikan janji-janji kampanye soal air bersih. Saat itu dia bertekad memasang 40.000 sambungan rumah selama memimpin daerah ini lima tahun.
Waktu itu Robby Idong meminta Kepala Bappelitbang Adrianus Firminus Parera menghitung dana pemasangan gratis bagi 40.000 rumah tangga. Dengan menggunakan rumusan yang dipakai PDAM Sikka, diketahui dana yang dibutuhkan yakni sekitar Rp 76 miliar.
Robby Idong merasa optimis kebutuhan dana tersebut akan didukung DPRD Sikka. Dia meminta Kepala Bappelitbang membuat perencanaan dan menganggarkan pada dokumen RPJMD Kabupaten Sikka.
Dia meminta Dirut PDAM Sikka untuk mengoptimalkan sumber mata air yang ada di Kabupaten Sikka. Dia juga meminta mengecek semua mata air, baik yang dari tebing, sungai, dan air hujan. Bila tidak ada mata air lagi, Robby Idong mengajak menggunakan air laut.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini