Anjing Tidak Divaksin Ibaratnya Teroris

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 13 Juli 2019 - 10:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 109 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokter Asep Purnama

Dokter Asep Purnama

Maumere-SuaraSikka.com: Virus rabies kian menggila di Kabupaten Sikka. Salah satu penyebar adalah anjing. Berbagai imbauan sudah diserukan agar anjing diberikan vaksinasi. Karena anjing yang tidak divaksin, rentan tertular rabies, dan itu ibaratnya teroris yang menebar abcanan kematian kepada manusia.
Pendapat ini dikedepankan Asep Purnama, seorang dokter yang bertugas di RSUD TC Hillers Maumere. Dokter ini terkenal sangat peduli dengan persoalan rabies. Dia sering kali memberikan edukasi kepada komunitas-komunitas baik di tingkat lokal, regional maupun nasional, dalam rangka pencegahan virus rabies.
“Anjing yang tidak divaksin rabies dan diliarkan, rentan tertular rabies. Dan jika anjing akhirnya tertular rabies, maka sewaktu-waktu akan menebar ancaman kematian pada manusia. Sama persis dengan teroris, yang sewaktu-waktu juga menebar ancaman kematian pada manusia, hingga memakan korban nyawa yang tidak berdosa. Sebuah ematian yang konyol dan sia-sia,” ujar dia.
Dengan sedikit geram dia mengatakan pemilik anjing yang tidak bertanggungjawab untuk melakukan vaksinasi, sebaiknya dilaporkan kepada Detasemen Khusus (Densus) 88, sebuah satuan khusus Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk penanggulangan terorisme di Indonesia.
Asep Purnama menegaskan bahwa sejatinya anjing sama seperti manusia, yakni tidak mau tertular virus rabies yang mematikan. Karena itu hematnya, anjing juga menjadi korban virus rabies.
Dengan demikian, katanya, dalang utama dari penyebaran virus rabies yakni pemilik-pemilik anjing yang tidak mau mem-vaksin-kan anjingnya. Padahal vaksinasi anjing sangat penting agar anjing kebal dari virus rabies.
Pemilik anjing tidak bertanggungjawab seperti ini, kata dia, hanya mengeksploitasi anjing untuk kepentingan pribadinya. Dan ini yang sangat membahayakan kehidupan manusia, karena setiap saat berhadapan dengan maut.
“Pemilik anjing tidak bertanggungjawab inilah dalang utama penyebaran virus rabies. Jadi kalau mau membasmi anjing, yah harus “membasmi” dulu pemilik anjing yang tidak bertanggungjawab. Mreka-mereka itu harus ditegaskan untuk wajib vaksinasi anjing,” ujar dia.
Sebagaimana diberitakan, serangan virus rabies di Kabupaten Sikka semakin menggila. Untuk tahun 2019 ini, dalam rentang waktu Januari hingga Juli, hewan penular rabies (HPR) sudah menyerang warga 16 desa/kelurahan di 9 kecamatan. Tercacat dua orang yang meninggal akibat gigitan HPR.
Data yang dihimpun media ini HPR menyerang warga di Desa Bola Kecamatan Bola, Desa Nita dan Riit di Kecamatan Nita, Desa Habi di Kecamatan Kangae,  Desa Kokowahor dan Waiara di Kecamatan Kewapante, Desa Egon, Pogon, Hoder, dan Wairblerer di Kecamatan Waigete, Desa Nenbura di Kecamatan Doreng, Desa Iligai dan Lela di Kecamatan Lela, Desa Koting A dan Koting B di Kecamatan Koting, dan Kelurahan Kota Baru di Kecamatan Alok Timur.*** (eny)
Baca Juga :  Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Berita Terkait

SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan
Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi
Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere
Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:32 WITA

BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:58 WITA

6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri

Kamis, 17 September 2026 - 22:07 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Jumat, 11 September 2026 - 08:50 WITA

Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru

Kamis, 10 September 2026 - 15:06 WITA

KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka

Senin, 7 September 2026 - 19:54 WITA

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:35 WITA

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:33 WITA

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Berita Terbaru