Warga Doreng Apresiasi Terobosan BPJS Kesehatan Hadirkan MCS
Dibaca 27 kali
BPJS Kesehatan Cabang Maumere sedang melayani warga masyarakat Kecamatan Doreng melalui fasilitas layanan mobile customer service pada pertengahan Juni 2019 lalu
Maumere-SuaraSikka.com: Warga Kecamatan Doreng di Kabupaten Sikka Propinsi NTT memberikan apresiasi kepada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Pasalnya lembaga itu bisa menghadirkan produk layanan mobile customer service (MCS) hingga ke daerah terpencil.
Pelayanan MCS merupakan salah satu cara BPJS Kesehatan dalam memberikan kemudahan kepada peserta yang memiliki keterbatasan akses dan tinggal cukup jauh dari Kantor BPJS Kesehatan. Kecamatan Doreng letaknya kurang lebih 45 kilometer dari Kota Maumere, atau setidaknya ditempuh 2 jam perjalanan dengan kendaraan bermotor.
Kepala Bidang Kepesertaan dan pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Sikka Ni Komang Sri Nurhayani menjelaskan BPJS Kesehatan selalu berupaya dalam meningkatkan kualitas layanan. Hal ini merulakan konsekuensi dan tuntutan kepada NPJS Kesehatan sebagai badan hukum publik dalam menyelenggarakan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).
“Dengan mendekatkan pelayanan bagi peserta JKN-KIS, maka semakin banyak juga warga yang akan mengurus kepesertaannya dan paham akan hak dan kewajibannya sebagai peserta JKN-KIS,” tutur Ni Komang Sri Nurhayani.
Pada pertengan Juni 2019 lalu, BPJS Kesehatan Maumere melakukan pelayanan MCS di Kecamatan Doreng. Hadirnya MCS mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari warga setempat. Maria Etrovia Raga, perempuan berusia 37 tahun ini mengaku senang layanan MCS tembus hingga ke pelosok desa. Dengan demikian dia tidak perlu lagi ke Kantor BPJS Kesehatan Maumere, apalagi harus mengeluarkan biaya transportasi hingga Rp 100.000.
“Ini terobosan yang bagus. Dan tentu sekali saya dan masyakarat di sini senang dengan hadirnya MCS. Saya bis langsung urus perubahan data PBI APBN karena pada Kartu KIS saya tidka terdapat NIK,” ujar perempuan yang tinggal di Desa Wolomotong itu.
Dia berharap BPJS Kesehatan Maumere terus-menerus memfasilitasi layanan MCS ke pelosok desa. Masalahnya karena kondisi topografis wilayah yang sebagian besar perbukitan dengan kemiringan yang terjal, kerap membuat masyarakat di pedesaan merasa berat berurusan langsung di Kantor BPJS Kesehatan di Maumere.
Terhadap permintaan ini, Ni Komang Sri Nurhayani mengatakan pihaknya akan terus melakukan kunjungan secara rutin kepada peserta JKN-KIS di daerah-daerah terpencil. Hal ini dilakukan untuk memudahkan masyarakat mendapatkan informasi.
Hingga Mei 2019, jumlah cakupan peserta JKN-KIS di Kabupaten Sikka telah mencapai 308.874 jiwa dari total penduduk berjumlah 319.917 jiwa. Semua peserta terdaftar pada berbagai jenis segmen.*** (eny)