Warga Doreng Apresiasi Terobosan BPJS Kesehatan Hadirkan MCS

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 24 Juli 2019 - 21:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 27 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BPJS Kesehatan Cabang Maumere sedang melayani warga masyarakat Kecamatan Doreng melalui fasilitas layanan mobile customer service pada pertengahan Juni 2019 lalu

BPJS Kesehatan Cabang Maumere sedang melayani warga masyarakat Kecamatan Doreng melalui fasilitas layanan mobile customer service pada pertengahan Juni 2019 lalu

Maumere-SuaraSikka.com: Warga Kecamatan Doreng di Kabupaten Sikka Propinsi NTT memberikan apresiasi kepada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Pasalnya lembaga itu bisa menghadirkan produk layanan mobile customer service (MCS) hingga ke daerah terpencil.
Pelayanan MCS merupakan salah satu cara BPJS Kesehatan dalam memberikan kemudahan kepada peserta yang memiliki keterbatasan akses dan tinggal cukup jauh dari Kantor BPJS Kesehatan. Kecamatan Doreng letaknya kurang lebih 45 kilometer dari Kota Maumere, atau setidaknya ditempuh 2 jam perjalanan dengan kendaraan bermotor.
Kepala Bidang Kepesertaan dan pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Sikka Ni Komang Sri Nurhayani menjelaskan BPJS Kesehatan selalu berupaya dalam meningkatkan kualitas layanan. Hal ini merulakan konsekuensi dan tuntutan kepada NPJS Kesehatan sebagai badan hukum publik dalam menyelenggarakan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).
“Dengan mendekatkan pelayanan bagi peserta JKN-KIS, maka semakin banyak juga warga yang akan mengurus kepesertaannya dan paham akan hak dan kewajibannya sebagai peserta JKN-KIS,” tutur Ni Komang Sri Nurhayani.
Pada pertengan Juni 2019 lalu, BPJS Kesehatan Maumere melakukan pelayanan MCS di Kecamatan Doreng. Hadirnya MCS mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari warga setempat. Maria Etrovia Raga, perempuan berusia 37 tahun ini mengaku senang layanan MCS tembus hingga ke pelosok desa. Dengan demikian dia tidak perlu lagi ke Kantor BPJS  Kesehatan Maumere, apalagi harus mengeluarkan biaya transportasi hingga Rp 100.000.
“Ini terobosan yang bagus. Dan tentu sekali saya dan masyakarat di sini senang dengan hadirnya MCS. Saya bis langsung urus perubahan data PBI APBN karena pada Kartu KIS saya tidka terdapat NIK,” ujar perempuan yang tinggal di Desa Wolomotong itu.
Dia berharap BPJS Kesehatan Maumere terus-menerus memfasilitasi layanan MCS ke pelosok desa. Masalahnya karena kondisi topografis wilayah yang sebagian besar perbukitan dengan kemiringan yang terjal, kerap membuat masyarakat di pedesaan merasa berat berurusan langsung di Kantor BPJS Kesehatan di Maumere.
Terhadap permintaan ini, Ni Komang Sri Nurhayani mengatakan pihaknya akan terus melakukan kunjungan secara rutin kepada peserta JKN-KIS di daerah-daerah terpencil. Hal ini dilakukan untuk memudahkan masyarakat mendapatkan informasi.
Hingga Mei 2019, jumlah cakupan peserta JKN-KIS di Kabupaten Sikka telah mencapai 308.874 jiwa dari total penduduk berjumlah 319.917 jiwa. Semua peserta terdaftar pada berbagai jenis segmen.*** (eny)
Baca Juga :  Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Berita Terkait

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri
Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut
Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak
Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah
Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka
Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan
Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta
Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:31 WITA

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:17 WITA

Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:44 WITA

Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:50 WITA

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:30 WITA

Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:45 WITA

Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:27 WITA

Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:51 WITA

10 Kali Dapat Opini WTP, Bupati Sikka: Berkat Komitmen Eksekutif dan Legislatif

Berita Terbaru

Daerah

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Kamis, 11 Jun 2026 - 07:50 WITA