Pelajar dan Mahasiswa di Sikka Sepakat Perangi Stunting

0
39
Pelajar dan Mahasiswa di Sikka Sepakat Perangi Stunting
Seorang pelajar sedang menjawab pertanyaan terkait stunting saat Sosialisasi Genbest yang digelar Kementerian Kominfo di Hotel Go Maumere, Rabu (7/8)
Maumere-SuaraSikka.com: Ratusan pelajar dan mahasiswa di Kabupaten Sikka Propinsi NTT berkumpul di Aula Hotel Go Maumere, Rabu (7/8). Mereka menghadiri Sosialisasi Generasi Bersih dan Sehat (Genbest) yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika. Dalam momen itu mereka bersepakat memerangi stunting di Kabupaten Sikka.
Kementerian Kominfo diberikan tugas sebagai koordinator kampanye nasional penurunan prevelensi stunting. Tugas ini secara intens dilaksanakan Direktorat Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik.
Sejalan dengan itu Kementerian Kominfo pun turun ke Kabupaten Sikka untuk melakukan kampanye melalui sosialisasi Genbest. Kasubdit Informasi dan Komunikasi Kesehatan Direktorat Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia Kementerian Kominfo Marroli Indarto menjelaskan Kabupaten Sikka dipilih menjadi lokasi kampanye karena daerah itu merupakan satu dari 60 kabupaten/kota prioritas stunting di tahun 2019.
“Menurut data Riskesdas 2013, tingkat prevelensi stunting di Kabupaten Sikka mencapai 41,26 persen. Terdapat 10 desa prioritas stunting di sini yaitu Nitunglea, Tua Bao, Tanarawa, Runut, Egon Gahar, Napunggera, Aibura, Kojagete, dan Natar Mage,” jelas dia.
Dia mengatakan masih banyak remaja yang belum peduli dan mendapatkan akses edukasi yang baik mengenai kesehatan dan kebutuhan gizi mereka. Karena itu Kementerian Kominfo menggandeng pelajar dan mahasiswa dan  mengedukasi mereka agar lebih peduli dengan permasalahan stunting. Dia bersyukur sekali karena para remaja di daerah itu telah bersepakat memerangi stunting.
Pelajar dan Mahasiswa di Sikka Sepakat Perangi Stunting
Kasubdit Informasi dan Komunikasi Kesehatan Direktorat Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia Kementerian Kominfo Marroli Indarto sedang memberikan keteerangan kepada wartawan
“Saat ini masih banyak remaja yang tidak memperhatikan kebutuhan gizinya. Pola konsumsi gizi pada remaja saat ini rata-rata kurang terarah. Banyak remaja putri menjalani diet tidak sehat karena terobsesi memiliki tubuh  langsing, sehingga mereka lupa mengonsumsi gizi yang seimbang,” urai dia.
Menurut Marroli Indarto, pencegahan stunting akan dapat menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang kompeten menghadapi bonus demografi di tahun 2030. Pada tahun itu, katanya, diperkirakan 68 persen penyanggah ekonomi Indonesia adalah usia produktif yang lahir saat ini. Pemerintah, katanya, tidak ingin sumber daya manusia mundur sebelum pertandingan global karena kalah kompetisi akibat stunting.
Di Indonesia, menurut hasil Riskesdas 2018, angka stunting sudah mengalami penurunan dari 37,2 persen menjadi 30,8 pesen. Meskipun persentase turun signifikan, tapi angka tersebut masih tinggi jika dibandingkan dengan batas wajar yang ditetapkan World Health Orgabization (WHO) yakni sebesar 20 persen.
Pemerintah RI di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla secara serius menaruh perhatian terhadap masalah stunting yang terjadi di negeri ini. Pemerintah sudah melakukan berbagai kebijakan intervensi penanggulangan stunting melalui intervensi spesifik dan intervensi sensitif.
Sosialisasi Genbest dihadiri Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo atau Robby Idong dan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kominfo Sikka Bajo Carolus Boromeus. Panitia menghadirkan dua narasumber yakni Ketua Persatuan Ahli Gizi Kabupaten Sikka Coltildis Gandut dan Din Karwayu dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sikka.
Selain mendapatkan edukasi, para pelajar dan mahasiswa juga mendapatkan informasi lebih lanjut seputar stunting, kesehatan, nutrisi, tumbuh kembang anak melalui situs genbest.id dan media sosial @genbestid serta @imfokompmk. Juga dapat mengunduh aplikasi android Anak Sehat untuk mengetahu informasi mengenai kesehatan ibu dan anak.
Marroli Indarto berharap dari sosialisasi Genbest ini, para remaja di Kabupaten Sikka dapat menjadi agen komunikasi dalam mensosialisasikan dan mengomunkasikan pencegahan stunting kepada teman-teman sebaya, baik melalui tatap muka maupun sosial media.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini