Dua Butir Timah Panas Lumpuhkan Residivis di Sikka

0
114
Dua Butir Timah Panas Lumpuhkan Residivis di Sikka
Residivis kejahatan sedang dirawat di UGD RSUD TC Hillers Maumere, Jumat (16/8) malam

Maumere-SuaraSikka.com: Tim buru sergap Polres Sikka, Jumat (16/8) siang, berhasil melumpuhkan seorang residivis sejumlah kejahatan di Kabupaten Sikka. Polisi terpaksa melepaskan tembakan karena yang bersangkutan melakukan perlawanan. Duah butir timah panas bersarang di bagian kakinya.

Polisi segera membawa lari R, residivis tersebut ke RSUD TC Hillers Maumere untuk mendapatkan perawatan. Pantauan media ini, Jumat (16/8) malam, pelaku sedang tertidur di salah satu ruangan di UGD TC Hillers Maumere. Kedua kakinya dibalut dengan perban. Masih terlihat bekas darah pada kakinya.

Kasat Reskrim Polres Sikka AKP Heffri Dwi Irawan kepada media ini menjelaskan pelaku yang adalah warga asal Kecamatan Kewapante itu, merupakan seorang residivis. R pernah melarikan diri dari Rutan Maumere pada tahun 2012 yang lalu. Saat itu dia terlibat kasus pencurian.

Nama R kemudian menjadi catatan kriminal, menyusul adanya laporan kepolisian dari masyarakat. Menurut Heffri Dwi Irawan, ada 5 laporan kepolisian yang melibatkan R, yakni 2 laporan pemerkosaan dan pengancaman anak di bawah umur, 1 laporan penganiayaan dan percobaan pemerkosaan anak di bawah umur, 1 laporan pencurian dengan senjata tajam, dan 2 laporan pencurian berat.

Tim buser sudah memantau pergerakan R sejak 2 bulan lalu. Pada Jumat (16/8) siang tim buser membuntuti R yang mengendarai kendaraan roda dua di Jalan Yos Sudarso, dari Kelurahan Beru  hingga Kelurahan Wolomarang. Polisi berhasil mengamankan R dengan cara membenturkan kendaraan bermotor.

Namun R berupaya melarikan diri dan melawan petugas. Masyarakat di sekitar Wairotang membantu polisi menangkap pelaku. Namun pelaku sempat mengeluarkan sebuah pisau dan mengancam masyarakat dan polisi. Akhirnya polisi terpaksa mengeluarkan tembakan ke arah kaki untuk melumpuhkan residivis tersebut.

Menurut Heffri Dwi Irawan, R merupakan pelaku kejahatan yag terbilang nekad. Dalam melakukan aksi kejahatan dia sering membawa pisau untuk mengancam korban, bahkan dia tidka segan-segan mengancam membunuh jika korban tidak mengikuti kemauannya.

Aparat kepolisian telah mengamankan sejumlah barang bukti seperti kendaraan roda dua yang biasa dipakai pelaku untuk melancarkan aksi kejahatan. Dari tangan pelaku, polisi juga mengamankan sebuah handphone milik korban pencirnan dengan senjata tajam.

Sementara ini polisi tengah mencari sebilah pisau yang sering dibawa korban. Menurut Heffri Dwi Irawan, ketika tadi dilumpuhkan, pelaku sempat  membuang pisau tersebut.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini