“Makan” Dana Desa, Kades Nele Urung Diminta Mundur

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 27 Agustus 2019 - 20:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 42 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana aksi damai warga masyarakat Desa Nele Urung menuntut kepala desa mundur dari jabatan, Selasa (27/8)

Suasana aksi damai warga masyarakat Desa Nele Urung menuntut kepala desa mundur dari jabatan, Selasa (27/8)

Maumere-SuaraSika.com: Puluhan warga masyarakat Desa Nele Urung Kecamatan Nele Kabupaten Sikka, Selasa (27/8), mendatangi Kantor BPD setempat. Mereka mendesak Kepala Desa Yulius Welung mundur dari jabatan karena diduga telah “makan” keuangan desa.
Mereka mendatangi Kantor BPD Nele Urung sekitar pukul 10.20 Wita. Para demonstran yang adalah warga tiga dusun di desa itu, membawa serta 3 buah poster. Poster-poster dari kertas manila berwarna kuning itu bertuliskan “Kembalikan Hak-Hak Masyarakat”, Kembalikan Aset Desa”, dan Turunkan Kepala Desa Nele Urung Lopa Dena Ngangan Ami”.
Aksi ini digelar persis di depan Kantor BPD Nele Urung. Mereka diterima Ketua BPD Nele Urung Alfonsa Eufania Asri. Sejumlah aparat kepolisian dari Polsek Nele di bawah pimpinan Kapolsek Ipda Putu Sumadi mengawasi jalannya aksi yang berlangsung damai itu.
Letak Kantor BPD Nele Urung persis bersebelahan dengan Kantor Desa tersebut. Saat warga masyarakat menggelar aksi, Kepala Desa Yulus Welung sedng tidak berada di kantor. Sekretaris Desa Nele Urung Ermelinda menjelaskan kepala desa belum masuk kantor. Kurang lebih jam 11.00 Wita kepala desa dengan berpakaian preman mendatangi kantor desa.
Koordinator Aksi Yohanes Paskalis mengatakan warga masyarat menilai Yulius Welung tidak pantas menjadi penguasa pengelola anggaran karena dianggap tidak mampu melaksanakan anggaran yang diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat dan kemajuan desa.
“Makan” Dana Desa, Kades Nele Urung Diminta Mundur
Aksi demonstrasi warga masyarakat Desa Nele Urung, Selasa (27/8)
“Ini terbukti selama tiga tahun kepemimpinannya sejak tahun 2016, tahun 2017, dan tahun 2018 terjadi silpa yang begitu besar, sehingga kami nilai kepala desa tidak mampu,” ungkap Yohanes Paskalis.
Dia juga mendesak Yulius Welung selaku kepala desa untuk segera mengembalikan aset-aset desa yang dikuasainya. Dia menyebut aset-aset desa itu adalah 1 buah keyboard, 1 perangkat sound system, 1 buah handtraktor, 1 buah genset, 1 buah laptop, dan 1 buah motor operasional.
Tuntutan yang paling menguat yakni warga masyarakat meminta Yulius Welung mundur dati jabatannya sebagai kepala desa. Selain beberapa alasan di atas, masyarakat menegaskan kepala desa diduga telah menyelewengkan dana desa. Atas dugaan tesebut, Inspektorat Kabupaten Sikka telah melakukan pemeriksaan pada Pebruari 2019 lalu.
Ketua BPD Nele Urung Alfonsa Eufania Asri kepada para demonstran membenarkan bahwa Inspektorat Kabupaten Sikka telah melakukan pemeriksaan atas dugaan penyelewengan dana desa. Inspektorat Sikka sudha mengeluarkan laporan hasil pemeriksaan (LHP), di mana terdapat sejumlah penyelewengan keuangan desa.
Penyelewengan keuangan desa yang dilakukan Yulius Welung berdasarkan temuan Inspektorat berupa ketekoran kas sebesar Rp 146.109.092, pungutan pajak negara/ daerah sebesar Rp 32.876.039, penerimaan PADes sebesar Rp 9.084.578, uang bantuan seng Rp 15 juta, bantuan sosial bagi janda sebesar Rp 4,5 juta, pengeluaran fiktif bagi janda sebesar Rp 3,5 juta, dan biaya pemasangan instalasi air bersih sebesar Rp 864.760.
Yulius Welung yang dihubungi di ruang kerjanya mengakui perbuatannya. Dia mengatakan sudah mencicil sebesar Rp 62 juta. Dia berjanji akan bertanggungjawab menyelesaikan sisanya dalam waktu 1-2 bulan ke depan.*** (eny)
Baca Juga :  Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta

Berita Terkait

Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta
SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan
Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi
Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:31 WITA

Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:43 WITA

SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:36 WITA

Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:59 WITA

Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:45 WITA

Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:49 WITA

Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:27 WITA

Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:23 WITA

Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Berita Terbaru