Inspektur Sikka Bantah Tambahan Waktu 120 Hari untuk Kades Nele Urung

0
85
Inspektur Sikka Bantah Tambahan Waktu 120 Hari untuk Kades Nele Urung
Suasana aksi damai warga masyarakat di Kantor BPD Nele Urung, Selasa (27/8)
Maumere-SuaraSikka.com: Kepala Desa Nele Urung Yulius Welung mengaku telah mengembalikan Rp 62 juta atas temuan penyelewengan dana desa. Dia berjanji akan melunasi semuanya dalam waktu 1-2 bukan ke depan, karena masih diberi tambahan waktu 120 hari. Namun Inspektur Kabupaten Sikka Robby da Silva membantah ada tambahan waktu untuk Yulius Welung.
Robby da Silva yang ditemui di ruang kerjanya, Rabu (28/8), menegaskan bahwa tindak lanjut atas temuan Inspektorat hanya durasi 60 hari sejak Laporan Hasil Pemeriksaan (LHO) diterbitkan. Jika sampai dengan batas waktu itu, semua rekomendasi tidak ditindaklanjuti, maka dugaan tindakan penyelewengan akan dilanjutkan kepada aparat penegak hukum.
Ketika disampaikan bahwa ada tambahan 120 hari untuk Kades Nele Urung, Robby da Silva kaget. Dia menegaskan bahwa informasi itu keliru, dan dia meyakini tidak mungkin disampaikan oleh staf Inspektorat Kabupaten Sikka. Dia berjanji akan memerintahkan Inspektur Pembantu Christo Ladapase menindaklanjuti kasus yang terjadi di Desa Nele Urung.
Menurut Robby da Silva, jika ada biat baik dari Kades Nele Urung mengembalikan uang, maka setelah jatuh tempo, namun belum diselesaikan, maka pihaknya akan memberikan toleransi dengan membuat surat pernyataan kesanggupan mengembalikan uang sesuai hasil temuan. Itu pun, kata dia, toleransi kesanggupan hanya satu minggu saja.
“Tindak lanjut hanya 60 hari. Kalau sampai batas waktu tudak diselesaikan, kita proses ke aparat hukum. Kita bisa kasih kebijakan, kalau ada niat baik mengembalikan uang, tapi hanya satu minggu. Tanda tangan surat pernyataan kesanggupan. Jadi tidak benar kalau ada tambahan waktu 120 hari,” kata dia.
Sebagaimana diketahui, penyelewengan keuangan desa yang dilakukan Yulius Welung berdasarkan temuan Inspektorat berupa ketekoran kas sebesar Rp 146.109.092, pungutan pajak negara/ daerah sebesar Rp 32.876.039, penerimaan PADes sebesar Rp 9.084.578, uang bantuan seng Rp 15 juta, bantuan sosial bagi janda sebesar Rp 4,5 juta, pengeluaran fiktif bagi janda sebesar Rp 3,5 juta, dan biaya pemasangan instalasi air bersih sebesar Rp 864.760.
Yulius Welung yang dihubungi di ruang kerjanya kemarin, mengakui perbuatannya. Dia mengatakan sudah mencicil sebesar Rp 62 juta. Dia berjanji akan bertanggungjawab menyelesaikan sisanya dalam waktu 1-2 bulan ke depan. Menurut dia, batas waktu tindak lanjut pada 16 Agustus 2019, namun dia masih diberi tambahan waktu 120 hari ke depan.
Ketua BPD Nele Urung Alfonsa Eufania Asri yang dihubungi kermarin menjelaskan Kades Nele Urung sudah mengembalikan sejumlah uang yakni pada saat temuan awal sebesar Rp 52 juta, dan pada saat jatuh tempo sebesar Rp 10 juta. Dia pun menyampaikan bahwa ada tambahan waktu 120 hari kepada Kades  Nele Urung.
Alfonsa Eufania Asri pun mempertanyakan dasar hukum tambahan waktu 120 hari. Karena menurut yang dia ketahui, tindak lanjut atas temuan hanya 60 hari saja. Selain menyampaikan hal ini kepada warga masyarakat yang kemarin menggelar aksi damai, dia pun menyampaikan keheranannya ini kepada Camat Nele Laurentius Regi saat petemuan kemarin di Aula Kantor Camat.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini