Dua Bulan Tanpa KBM di SMPN Nita 2

0
73
Dua Bulan Tanpa KBM di SMPN Nita 2
Para pelajar SMPN 2 Nita mengeluhkan kondisi sekolah mereka di Dinas PKO Sikka, Kamis (10/10)
Maumere-SuaraSikka.com: Sejumlah orang tua murid dan 13 pelajar SMPN Nita 2 di Nirangkliung Kecamatan Nita, Kamis (10/10), mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olah Raga Kabupaten Sikka. Mereka mengeluhkan persoalan di sekolah itu karena sudah dua bulan tanpa ada kegiatan belajar mengajar (KBM).
Para orang tua murid dan pelajar ini menyewa sebuah mobil angkutan untuk menuju Kantor Dinas PKO di Maumere. Mereka nekad menempuh perjalanan kurang lebih 40 kilometer, dengan harus melewati infrastruktur jalan yang belum terlalu bagus. Di Kantor Dinas PKO, mereka diterima Pelaksana Tugas Kepala Dinas PKO Sikka Mayella da Cunha.
Maria Ice, salah satu orangtua murid menjelaskan mereka terpaksa mendatangi Kantor Dinas PKO karena sudah tidak tahan melihat nasib pelajar di sekolah itu. Dia mengaku kuatir karena tidak ada aktifitas belajar mengajar selama dua bulan terakhir ini.
“Kami punya anak-anak ke sekolah tapi tidak ada kegiatan belajar mengajar. Kepala Sekolah tidak pernah masuk sekolah. Begitu juga guru-guru PNS dan guru honor. Setiap hari hanya 2-3 guru saja yang datang. Kalau begini terus keadaannya, bagaimana nanti masa depan anak-anak kami,” keluh dia di depan Pelaksana Tugas Kepala Dinas PKO Sikka.
Dia mendesak pemerintah dalam hal ini Dinas PKO Sikka untuk segera mengambil jalan keluar. Maria Ice menyarankan agar menggantikan kepala sekolah dengan orang yang lebih memiliki tanggung jawab. Demikian pun  guru-guru PNS yang mengajar di sekolah itu, diminta untuk diganti dengan orang lain. Sementara untuk guru honor, dia tidak mau mempersoalkannya, dengan alasan sudah 11 bulan ini tidak terima honor.
Lusia Sea, orang tua murid lainnya, juga mempersoalkan hal yang sama. Dia mengaku heran dengan kepala sekolah dan guru-guru di sekolah itu yang benar-benar tidak memiliki tanggung jawab pendidikan. Hingga kini dia sendiri belum tahu apa alasan yang membuat kepala sekolah dan guru-guru tidak melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
“Setiap hari hanya 3-4 gutu yang masuk. Itu pun pasti datang terlambat. Sekolah mulai jam 08.00 Wita, mereka datang 1-2 jam sesudahnya. Ada yang datang mengajar, ada yang datang terus tidak lama kemudian langsung pulang,” ujar dia.
Imakulata Reni, seorang penjual roti goreng yang setiap hari berdagang di depan halaman sekolah tersebut, ikut dalam rombongan orang tua dan pelajar, mengeluhkan keadaan di SMPN 2 Nita. Dia mengaku peduli dan prihatin dengan keadaan di sekolah itu. Karena setiap hari berada di dekat sekolah, perempuan ini mengetahui persis guru siapa saja yang masuk dan tidak masuk sekolah. Menurut dia setiap hari tidak lebih dari 5 guru yang masuk sekolah. Dan hampir pasti setiap hatri tidak ada kegiatan belajar mengajar.
Para pelajar yang mendatangi Kantor Dinas PKO yaitu Maria Indriyani Sepe dan Yoprianto Jawa dari Kelas VII, Carolina Ewaldina dan Elisabeth Rerandi Anggun dari Kelas VIII, serta Hendrikus Ndori, Siprianus Afandi, Laurensius Gero, Lorius Lada, Antanius Fridilon, Fransiskus Tomi, Wihelmus Toni, Ronaldus Seu, dan Albertus Irfan Bata dari Kelas IX.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini