Ganti Rastra, 19.953 KPM Terima BNPT

0
44
Ganti Rastra, 19.953 KPM Terima BNPT
Bupati Sikka menyerahkan secara simbolis bantuan pangan non tunai kepada kelompok penerima manfaat, Selasa (8/10)
Maumere-SuaraSikka.com: Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo, Selasa (8/10) di Gedung Sikka Convention Center (SCC), meresmikan penyaluran bantuan pangan non tunai (BPNT). Progam ini dimulai sejak September 2019, merupakan transformasi dari subsidi beras sejahtera (Rastra). Sebanyak 19.953 kelompok penerima manfaat (KPM) akan menerima program ini.
Bantuan pangan non tunai yang disalurkan kepada KPM berupa 8 kilogram beras dan 10 butir telur untuk setiap bulan. Jika dikonversikan dalam rupiah, nilainya mencapai Rp 110.000. Bernadeta Bota, Martha Rime Arankoja dan Febronia Dina Binu, tiga orang penerima manfaat mengaku senang dengan hadirnya program ini.
Untuk penyaluran, Dinas Sosial bekerjasama dengan Bulog Sub Divre Maumere dan BRI Cabang Maumere. Bulog Maumere akan menyalurkan BPNT ke Warung Elektronik Gotong Royong (E-Warong). Kemudian personil E-Warong akan melayani seluruh penerima manfaat.
Penerima BPNT tersebar pada 160 desa/kelurahan yang terdapat di 21 kecamatan. Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin pada Dinas Sosial Kabupaten Sikka Jakobis E Kake menjelaskan sebanyak 18.926 KPM sudah memiliki rekening, sementara 1.027 KPM belum memiliki rekening.
Yang belum memiliki rekening karena berbagai alasan, seperti 965 KPM tidak memiliki nomor induk kependudukan (NIK), 5 KPM NIK tidak valid, 8 KPM gagal portal, 28 KPM adalah PKH yang tidak ada dalam data base, 6 KPM adalah penerima PKH yang tidak ditemukan, dan 15 KPM merupakan penerima non PKH yang sudah punya rekening tetapi belum memiliki kartu keluarga sejahtera.
“Untuk KPM yang belum memiliki NIK, Dinas Sosial telah melakukan pemadanan data bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil sehingga diperoleh data KPM yang telah memiliki NIK 590 KPM dan tersisa 380 KPM yang belum memiliki NIK atau tidak terekam data kependudukannya,” jelas Jakobis Kake.
Bupati Sikka menyambut gembira program bantuan pangan non tunai. Dia menyebut program ini sangat bermanfaat dan cukup membantu masyarakat Kabupaten Sikka. Setiap tahun Kabupaten Sikka menerima kurang lebih Rp 26 miliar. Nilai ini, katanya, sangat besar.
Dia mengatakan penyaluran yang dilakukan dengan sistem E-Warong sangat ketat proseduralnya, sehingga bisa menghindari penyimpangan. Sistem seperti ini menurutnya sudah dilakukan di beberapa daerah, antara lain yang pertama dilakukan di Kabupaten Kulan Progo.
Fransiskus Roberto Diogo yang biasa disapa Robby Idong menambahkan program BPNT berpeluang untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. Belanja beras dan telur senilai Rp 26 miliar setiap tahun, mestinya menjadi pertanyaan reflektif dalam mendukung Program Bela Sikka Beli Sikka.
“Saya harap beras yang kita beli itu buatan Magepanda atau Waigete, Paga, Mego, daerah-daerah penghasil beras. Kita beli dulu beras lokal kita. Atau Dinas Pertanian harus ada upaya membuka lahan baru, cetak sawah. Sebentar lagi (Waduk) Napung Gete selesai, kita bisa kembangkan areal persawahan baru,” ujar
Demikian pun dengan belanja telur. Menurut dia, selama ini NTT selalu belanja telur ayam dari luar, karena masyarakat tidak mampu memproduksi telur ayam. Dia mendorong kepala desa untuk menangkap peluang ini dengan mengalokasikan dari dana desa. Dengan demikian, katanya, ada pemberdayaan terhadap para penerima manfaat sehingga mereka bisa mandiri.
Pengresmian bantuan pangan non tunai dilakukan secara sederhana. Bupati Sikka menyerahkan plakat kartu keluarga sejahtera kepada tiga orang perwakilan KPM, disaksikan antara lain Pimpinan Cabang BRI Maumere Nurdin, Kepala Bulog Maumere Marselina Wendelina Rihi, jajaran Forkopimda, serta para camat, kepala desa dan lurah.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini