Pilkades Serentak di Sikka, Bupati Minta Perketat Ijazah

0
297
Pilkades Serentak di Sikka, Bupati Minta Perketat Ijazah
Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo saat pembukaan Rapat Koordinasi Pilkades di Lantai 2 Kantor Bupati Sikka, Selasa (15/10)
Maumere-SuaraSikka.com: Tahun ini Kabupaten Sikka akan menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Gelombang Ketiga. Sementara ini panitia tengah melakukan proses pelaksanaan sesuai tahapan-tahapan. Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo meminta perketat ijazah, salah satu persyaratan penting dalam proses ini.
Saat membuka Rapat Koordinasi Pilkades di Lantai 2 Kantor Bupati Sikka, Selasa (15/10), Bupati Sikka mengingatkan Panitia Pilkades agar benar-benar memberikan perhatian serius terhadap ijazah bakal calon. Dia juga meminta Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olah Raga Kabupaten Sikka agar melakukan pengetatan saat melegalisir ijazah bakal calon.
Pesan ini sengaja dia utarakan, karena ketika menjabat Camat Nele beberapa waktu lalu, dia pernah mengalami adanya inidikasi ijazah palsu oleh salah seorang calon kepala desa di Kecamatan Nele.
“Saya sudah punya pengalaman waktu jadi Camat Nele dulu. Ada indikasi salah seorang calon kepala desa, indikasinya ijazah palsu. Kita juga cek. Saya tanya kepada yang bersangkutan, tapi dia jawab bukan palsu,” cerita Bupati Sikka kepada di depan forum Rakor Pilkades.
Bupati Sikka berharap pengalaman seperti itu tidak terjadi lagi.  Untuk itu dia mengingatkan semua pihak yang terlibat dalam proses pemilihan kepala desa agar berkoordinasi secara baik. Hemat dia, dengan melaksanakan proses secara prosedural dan taat azas sesuai regulasi, maka akan melahirkan kepala desa yang berkualitas.
“Jadi kita harus ketat, supaya menghasilkan barang bagus, jadi yang terpilih juga kepala desa yang bagus. Kalau kita mau dapatkan yang berkualitas, yah pendidikan itu menjadi syarat penting,” ujar dia.
Lebih jauh Bupati Sikka mengingatkan agar benar-benar taat azas sesuai peraturan perundang-undangan. Dia berharap tidak ada penyimpangan yang menyeleweng dari regulasi. Dia  menggunakan istilah tidak ada selisih satu centu pun dari regulasi yang mengatur tentang pencalonan dan pemilihan kepala desa.
Rapat Koordinasi Pilkades Sikka Gelombang Ketiga ini dihadiri Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemerintahan Desa Fitrinita Krsitiani, Dandim 1603 Sikka Sugeng Prihatin selaku Pengawas Kabupaten, sejumlah Kapolsek dan Camat, Penjabat Kepala Desa, dan Ketua Pilkades.
Pilkades Serentak di Sikka akan berlangsung di 31 desa yang tersebar pada 14 kecamatan. Mestinya ada 32 desa yang menggelar Pilkades, namun dalam Rakor Pilkades, Desa Wogalirit di Kecamatan Doreng dipastikan gagal menggelar Pilkades karena hingga sekarang belum tebentuk Panitia Pilkades.
Sementara itu tanggal pelaksanaan Pilkades pun berubah. Sebelumnya Pilkades Serentak dijadwalkan pada 21 November 2019. Namun setelah penyesuaian kembali jadwal, akhirnya disepakati hari pencoblosan dimajukan satu hari, sehingga pelaksanaan pemilihan akan terjadi pada 20 November 2019.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini