Bupati Sikka Gagal Tepati Janji, 34 Desa Persiapan Molor Hingga 2020

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 19 November 2019 - 09:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 5 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana sidang paripurna persetujuan DPRD Sikka atas pembentukan 34 desa persiapan, Senin (18/11)

Suasana sidang paripurna persetujuan DPRD Sikka atas pembentukan 34 desa persiapan, Senin (18/11)

Maumere-SuaraSikka.com: Semangat berapi-api Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo ternyata tidak terbukti. Janji untuk mendefinitifkan 34 desa persiapan di tahun 2019 sepertinya gagal ditepati. Proses definitif harus molor sampai 2020.
Janji Bupati Sikka itu disampaikan di depan sidang paripurna DPRD Sikka pada 22 November 2018. Saat itu dengan keyakinan penuh dia memastikan 34 desa persiapan akan menjadi definitif pada tahun 2019.
“Desa-desa persiapan, saya pastikan tahun 2019 nanti akan selesai, jadi definitif,” ujar Bupati Sikka waktu itu.
Dalam perkembangannya, ternyata proses menuju definitif tidak segampang yang dipikirkan Bupati Sikka. Sampai pertengahan November 2019 belum ada tanda-tanda kejelasan. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemerintahan Desa Kabupaten Sikka Fitrinita Kristiani malah menargetkan paling cepat baru bisa definitif pada Januari 2020.
Fitrinita Kristiani menyebutkan masih dua tahapan lagi menuju definitif. Dua tahapan itu yakni persetujuan DPRD Sikka dan nomor surat registrasi Gubernur NTT.
DPRD Sikka sudah memberikan persetujuan pembentukan 34 desa persiapan, Senin (18/11), melalui paripurna. Persetujuan DPRD Sikka diwarnai dinamika yang tajam, menyusul ketidaksiapan pemerintah memberikan dokumen-dokumen persyaratan kepada para wakil rakyat.
Di depan paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Sikka Yoseph Karmianto Eri, Bupati Sikka menyampaikan proses sudah final. Ketua Fraksi Partai Gerindra Stephanus Say menilai pernyataan Bupati Sikka itu hanya cerita semata, karena tidak didukung dengan dokumen-dokumen. Demikian juga Alfridus Melanus Aeng, anggota Fraksi PDI Perjuangan secara diplomatis mendesak pemerintah untuk menampilkan dokumen secara fisik.
Anehnya, staf Kantor Pemdes Sikka hanya membagikan dokumen kepada wakil rakyat tertentu saja. Kondisi ini membuat geram Ketua Fraksi PDI Perjuangan Stefsnus Sumandi. Dia meminta pimpinan rapat menskors paripurna dan memberikan kesempatan kepada pemerintah nenggandakan dokumen persyaratan untuk dibagikan kepada semua anggota DPRD Sikka.
Pimpinan rapat yang awalnya terkesan menggiring paripurna memberikan persetujuan pembentukan 34 desa persiapan, akhirnya menskors paripurna. Setelah semua dokumen dibagikan ke anggota DPRD Sikka, akhirnya sidang dilanjutkan. DPRD Sikka pun memberikan persetujuan pembentukan 34 desa persiapan.*** (eny)
Baca Juga :  Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bandara Frans Seda Maumere Ditutup Sementara

Berita Terkait

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bandara Frans Seda Maumere Ditutup Sementara
Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri
Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut
Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak
Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah
Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka
Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan
Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:03 WITA

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bandara Frans Seda Maumere Ditutup Sementara

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:31 WITA

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:17 WITA

Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:44 WITA

Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:50 WITA

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:31 WITA

Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:45 WITA

Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:27 WITA

Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Berita Terbaru

Daerah

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Kamis, 11 Jun 2026 - 07:50 WITA