Batal Hadiri Paripurna, DPRD Kecam Bupati Sikka
Dibaca 9 kali
Paripurna penyampaian pemandangan umum fraksi-fraksi, Senin (25/11), belum bisa dimulai karena Bupati Sikka belum hadir
Maumere-SuaraSikka.com: Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo secara sepihak membatalkan paripurna yang dijadwalkan Senin (25/11). DPRD Sikka pun berang dan mengecam konsistensi kemitraan dua lembaga pemerintahan itu.
Paripurna hari itu dengan agenda pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap Pidato Pengantar Bupati Sikka atas RAPBD Sikka Tahun 2020. Sesuai Peraturan Tata Tertib DPRD Sikka, paripurna dimulai pukul 09.00 Wita.
Pantauan media ini, sebelum pukul 09.00 Wita sebagian besar anggota DPRD Sikka sudah hadir di Gedung DPRD Sikka. Namun sampai dengan jam begitu, tidak satu pun pejabat pemerintah yang hadir. Termasuk Bupati Sikka juga belum kelihatan.
Anggota DPRD Sikka terus menunggu kehadiran Bupati Sikka bersama pimpinan organisasi perangkat daerah. Baru sekitar pukul 12.45 Wita, pimpinan organisasi perangkat daerah mulai bermunculan di Gedung DPRD Sikka. Namun sampai jam itu, Bupati Sikka belum juga hadir.
Ketua DPRD Sikka Donatus David mengatakan Bupati Sikka menunda rapat paripurna ke pukul 11.00 Wita karena harus menghadiri acara pemakaman salah seorang pegawaj negeri. Informasi penundaan itu diketahui dari Sekretaris DPRD Sikka.
“Sekitar jam 10.05 Wita saya dapat informasi penundaan dari Sekwan. Bupati minta tunda ke jam 11.00 Wita. Tapi sampai sekarang jam 12.45 Wita Bupati belum datang juga. Bukan hanya teman-teman anggota kecewa, kami Pimpinan DPRD juga kecewa,” ujar Donatus David didampingi Wakil Ketua DPRD Sikka Yoseph Karmianto Eri.
Ketua Fraksi PAN Phillips Fransiskus mengecam sikap Bupati Sikka yang tidak konsisten dengan waktu. Menurut dia, persoalannya bukan pada acara pemakaman, tetapi pada buruknya komunikasi Bupati Sikka dengan DPRD Sikka.
“Ini akibat dari komunikasi Bupati yang buruk. Kalau koordinasi dan komunikasi secara baik, kan kami tidak perlu tunggu berlama-lama seperti ini. Kami juga berkepentingan hadiri acara pemakaman, tapi karena ada jadwal paripurna,” ungkapnya kecewa.
Anggota Fraksi Partai Nasdem Yoseph Nong Soni menilai Bupati Sikka tidak memahami makna dari kemitraan. Dia mengatakan Bupati Sikka menjadikan DPRD Sikka seolah-olah bawahannya.
Petrus da Silva, anggota Fraksi Partai Nasdem, juga mengungkapkan kekecewaannya. Sebagai Ketua Ikatan Alumni Syuradikara (IAS) Maumere, dia diberi peran penting pada acara pemakaman anggota IAS. Namun dia terpaksa mengorbankan peran itu karena ada jadwal paripurna. Sialnya, rapat paripurna malah batal dilaksanakan karena Bupati Sikka sedang ikuti acara pemakaman.
“Kalau diinformasikan lebih awal paripurna ini ditunda, lebih baik saya hadiri acara pemakaman,” ujar dia.
Petrus da Silva, pensiunan pegawai negeri itu mengingatkan Bupati Sikka agar “perilaku” seperti itu untuk pertama dan terakhir kali. Peringatan yang sama disampaikan anggota Fraksi Perindo Bernadus Kardiman.
Sekretaris Fraksi Partai Gerindra Sufriyance Merison Botu berpendapat Bupati Sikka menganggap paripurna pembahasan RAPBD 2020 tidak penting. Fraksi Partai Gerindra siap menyampaikan pemandangan umum jika Bupati Sikka sudah menganggap agenda itu penting untuk masyarakat.
Kecaman pun dilontarkan Sekretaris Fraksi Partai Golkar Antonius Hendrikus Rebu. Dia mengingatkan Bupati Sikka agar pandai mengatur waktu yang tepat dan memahami skala prioritas. Hemat dia, jika Bupati Sikka berhalangan, semestinya bisa digantikan dengan pejabat lain, dalam hal ini Wakil Bupati Sikka.
Setelah mendengar berbagai pikiran dari anggota dewan, Ketua DPRD Sikka Donatus David mengagendakan paripurna pemandangan umum fraksi digeser ke pukul 14.00 Wita. Beberapa anggota dewan mendesak kepastian mengingat sebelumnya Bupati Sikka menunda paripurna pukul 11.00 Wita, namun hingga pukul 12.45 Wita paripurna belum bisa dilaksanakan karena ketidakhadiran Bupati Sikka.*** (eny)