Bupati Sikka 6 Bulan Berkantor di Luar Daerah
Dibaca 4 kali
Suasana rapat Badan Anggaran bersama Bagian Humas dan Protokol Setda Sikka, Kamis (12/12)
Maumere-SuaraSikka.com: Perjalanan dinas Bupati Sikka ke luar daerah menjadi isu seksi. Di tahun 2020, pemerintah daerah setempat merancang Bupati Sikka berkantor selama 6 bulan di luar daerah.
Anggaran perjalanan dinas Bupati Sikka terekam pada Bagian Humas dan Protokol Setda Sikka. Untuk tahun 2020, Bupati Sikka akan melaksanakan 60 kali perjalanan dinas ke luar daerah.
Satu kali perjalanan dinas dihitung selama 3 hari. Kalau diakumulasi maka jumlah perjalanan dinas Bupati Sikka menjadi 180 hari.
Menanggapi rancangan perjalanan dinas Bupati Sikka ke luar daerah, Anggota Banggar Fraksi Partai Nasdem Petrus da Silva menyimpulkan Bupati Sikka akan berkantor 6 bulan di Kabupaten Sikka dan 6 bulan berkantor di luar daerah. Kondisi ini, kata dia, sangat miris, jika dibandingkan dengan begitu banyak persoalan di tengah masyarakat, serta hasil yang diharapkan dari tingginya jumlah perjalanan dinas ke luar daerah.
Dalam RAPBD Sikka 2020, perjalanan dinas ke luar daerah sebanyak 60 kali direncanakan menghabiskan anggaran sebesar Rp 1.199.844.000. Anggaran sebesar itu disediakan untuk Bupati Sikka, Wakil Bupati Sikka, ajudan Bupati dan Wakil Bupati Sikka, dan Bagian Humas dan Protokol Setda Sikka.
Dalam rancangan anggaran tersebut, perjalanan dinas ke luar daerah dengan tujuan je ibukota negara, di luar ibokota negara, dalam wilayah NTT di luar daratan Flores, dan dalam wilayah NTT di daratan Flores.
Petrus da Silva mendorong pemerintah menurunkan besaran anggaran perjalanan dinas ke luar daerah di Bagian Humas dan Protokol Setda Sikka. Dia menyoroti sikap Bupati Sikka yang dalam berbagai kesempatan menyerukan efisiensi anggaran. Hemat dia, sebagai pemimpin, Bupati Sikka harus lebih dulu menunjukkan perilaku efisiensi anggaran.
“Jangan hanya tuntut OPD-OPD efisiensi anggaran. Bupati juga harus sejalan dengan apa yang dia sampaikan,” kritik Petrus da Silva.
Berbeda dengan itu, anggota Banggar Fraksi Partai Golkar Antonius Hendrikus Rebu justeru berpendapat anggaran perjalanan dinas harus ditambahkan. Dia beralasan Bupati Sikka memiliki banyak wacana dan konsep ideal yang perlu mendapatkan dukungan dari pihak luar. Dan karena itu harus disediakan sejumlah anggaran perjalanan dinas ke luar daerah.
Selain perjalanan dinas ke luar daerah, Bagian Humas dan Protokol Setda Sikka juga menganggarkan perjalanan dinas dalam daerah. Anggaran yang direncanakan sebesar Rp 153.550.000.*** (eny)