Yosephina Bangga Jadi Kader JKN
Dibaca 12 kali
Yosephina Lewuk
Maumere-SuaraSikka.com: Salahsatu upaya BPJS Kesehatan dalam meningkatkan kolektabilitas iuran dan kepesertaan dari segmen Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) adalah melalui Program Kader JKN. Program yang telah diimplementasikan oleh BPJS Kesehatan sejak April 2017 ini telah banyak menuai manfaat.
Terbukti saat ini untuk wilayah BPJS Kesehatan Cabang Maumere sendiri telah memiliki 4 orang Kader JKN yang aktif melakukan kunjungan ke rumah-rumah warga sebagai pengingat dan pengumpul iuran. Bahkan hingga memberikan pendampingan pelayanan kesehatan serta memberikan informasi.
Dengan begitu padatnya tugas seorang Kader JKN tentu saja ada cerita menarik di balik itu. Salah satu cerita menarik datang dari Kader JKN bernama Yosephina Lewuk.
Dia merupakan kader yang telah setia menjadi mitra BPJS Kesehatan sejak dimulainya program Kader JKN. Selain memiliki kesibukan sebagai seorang ibu rumah tangga, dia pun mengisi aktivitas kesehariannya dengan menjadi Kader Posyandu dan aktif dalam kegiatan di kantor kelurahan dan kecamatan setempat.
Menurutnya menjadi seorang Kader JKN bukan semata-mata untuk menambah penghasilan tetapi merupakan pekerjaan yang mulia dalam membantu sesamanya.
“Saya sangat bangga menjadi seorang Kader JKN. Setiap hari saya datang berkunjung ke rumah peserta bukan hanya untuk mengingatkan peserta terkait tunggakan iuran, tetapi saya dapat menjalin silahturahmi dan mengenal lebih banyak orang dalam kehidupan saya,” tutur Yosephina Lewuk.
Dia pun menyampaikan suka dukanya menjadi seorang Kader JKN. Awalnya peserta yanga dia datangi belum mengetahui tentang Kader JKN.
“Saya pernah diusir peserta. Tetapi tidak membuat saya patah semangat untuk kembali lagi menemui mereka. Karena seringnya saya datang ke rumah-rumah peserta dan berkeliling di lingkungan sekitar akhirnya warga mengetahui tentang Kader JKN dan menyambut saya dengan ramah,” ungkap dia.
Satu hal yang tidak pernah dia lupakan selama menjadi Kader JKN yakni ketika mengunjungi peserta yang menunggak. Suatu waktu peserta tersebut masuk rumah sakit dan dirawat inap. Yosephina Lewuk adalah orang pertama yang dihubungi peserta tersebut.
“Akhirnya saya mendampinginya mulai dari membantu membayar tunggakan peserta, membantu membayar denda peserta tersebut di Kantor Pos, membantu administrasi di rumah sakit, mengambil obat dan sampai peserta tersebut keluar dari rumah sakit semua saya lakukan dengan tulus,“ ceritanya.
Yosephina Lewuk menaruh harapan besar dan berpesan agar BPJS Kesehatan tetap menjadi pengelola jaminan kesehatan di Indonesia. Selain itu program Kader JKN terus berlanjut dan dia tetap dipertahankan menjadi Kader JKN.
Kepada masyarakat Indonesia yang belum menjadi peserta Program JKN-KIS, dia mengajak untuk segera mendaftarkan dirinya dan keluarga. Dan kepada masyarakat yang sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan, dia mengingatkan agar jangan lupa membayar iuran tepat waktu sehingga terhindar dari tunggakan dan denda pelayanan.*** (eny)