Tahun Ini, Pemprop NTT Bangun Jembatan di Magerepu

0
17
Tahun Ini, Pemprop NTT Bangun Jembatan di Magerepu
Kepala BPBD Propinsi NTT Thomas Bangke
Maumere-SuaraSikka.com: Pemprop NTT akhirnya mengintervensi persoalan jalan putus di Dagemage Desa Kolisia Kecamatan Kabupaten Sikka, tepatnya di Kali Magerepu. Rencanaya tahun ini akan segera dibangun jembatan.
Informasi ini disampaikan Kepala BPBD Propinsi NTT Thomas Bangke kepada media ini di Kantor BPBD Sikka, Jumat (17/1) petang. Thomas Bangke berada di Maumere untuk mendapatkan informasi yang lebih luas terkait badan jalan yang putus sejak 2 tahun lalu.
Dia menjelaskan Tim Reaksi Cepat dan Tim Kaji Cepat Kabupaten Sikka telah melakukan penghitungan dampak dari kerusakan Kali Magerepu. Data-data tersebut sudah dipelajari Tim Teknis BPBD Propinsi. Nantinya Dinas PUPR Propinsi NTT melakukan verifikasi terhadap data dan kajian yang sudah ada.
Tahun Ini, Pemprop NTT Bangun Jembatan di Magerepu
Kendaraan bermotor melintasi jembatan darurat di Kali Magerepu, Jumat (17/1)
“Data-data sudah ada. Tadi saya diskusi dengan Kepala BPBD Sikka, perhitungannya juga sudah ada. Tinggal verifikasi dari Dinas PUPR Propinsi. Jadi sudah pasti tahun ini dibangun jembatan,” ujar Thomas Bangke didampingi Kepala BPBD Sikka Mohammad Daeng Bakir.
Sementara ini, katanya, pihaknya masih menunggu rekomendasi dari BMKG terkait situasi cuaca. Jika BMKG mengeluarkan rekomendasi cuaca normal, maka segera akan direncanakan alokasi anggaran dan persiapan administrasi serta teknis pelaksanaan.
Menurut dia, puncak musim hujan di wilayah NTT termasuk Kabupaten Sikka baru akan terjadi pada Februari sampai Maret 2020. Dengan demikian, untuk saat sekarang, katanya, pemerintah hanya bisa menyiasati dengan membuka akses. Pekerjaan fisik baru akan dilalsanakan setelah cuaca normal, dan itu pun harus bereferensi pada rekomendasi BMKG.
Seperti diketahui, jembatan kecil berikut badan jalan yang melintasi Kali Magerepu, hanyut terbawa banjir bandang sejak 2 tahun lalu. Pemerintah daerah setempat kemudian membuka akses jalan dengan membuat jembatan darurat. Namun setiap kali musim hujan, banjir bandang menerjang jembatan darurat hingga mengganggu arus lalulintas di wilayah pantai utara Flores.
Ruas Jalan Trans Flores di pantai utara ini, menghubungi sejumlah kabupaten di Flores, dari Flores Timur hingga Manggarai Barat. Warga masyarakat 4 kabupaten, Sikka, Ende, Nagekeo, dan Ngada, praktis terdampak langsung dari putusnya badan jalan ini.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini