Gerilia Ulat Grayak, Kini Serang 2.066 Hektar Jagung

0
25
Gerilia Ulat Grayak, Kini Serang 2.066 Hektar Jagung
Kepala Dinas Pertanian Maurits da Cunha (kanan) sedang menyampaikan informasi kepada Bupati Sikka, Sabtu (1/2)
Maumere- SuaraSikka.com: Serangan gerilia ulat grayak di Kabupaten Sikka kian menggila. Hingga minggu keempat Januari 2020, sudah 2.066 hektar jagung yang jadi korban. Padahal sepekan sebelumnya baru mencapai 756,55 hektar.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sikka Mauritz da Cunha, Sabtu (1/2), mengaku serangan ulat grayak begitu cepat. Pemerintah terus berupaya mengeliminir serangan. Saat itu dia mendampingi Bupati Sikka yang mengunjungi salah satu kebun jagung di Wairhubing Desa Watuliwung Kecamatan Kangae.
Gerilia Ulat Grayak, Kini Serang 2.066 Hektar Jagung
Kondisi jagung di Wairhubing yang diserang ulat grayak
Hingga 28 Januari 2020, ulat grayak menyerang lahan pertanian pada 14 dari 21 kecamatan di Kabupaten Sikka. Dari luas tanam 11.945 hektar, hama ini sudah menyerang 2.066 hektar. Yang paling parah di wilayah Kecamatan Alok Timur, seluas 527 hektar.
Data yang diperoleh media ini, ulat grayak menyerang 75 desa/kelurahan. Serangan tergolong dalam 3 kategori yakni serangan ringan seluas 244 hektar, serangan sedang seluas 2.585,5 hektar, dan serangan berat seluas 635,5 hektar. Ada potensi serangan meluas menjadi kategori parah.
Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo berkesempatan mendatangi salah satu kebun milik petani di Wairhubing Desa Watuliwung, Sabtu (1/2). Kunjungan ini dilakukan setelah sebelumnya mendapat informasi dari Wakil Ketua Fraksi Partai Nasdem Yosef Nong Soni saat rapat konsultasi sehari sebelumnya bersama DPRD Sikka.
Di Watuliwung, dari luas tanam 245 hektar, ulat grayak telah menyerang 20 hektar dengan kategori serangan sedang. Sementara 225 hektar lainnya digolongkan ke potensi terancam serangan.
Sebagaimana diketahui, ulat grayak utama adalah spodoptera exigua atau larva berwarna coklat kehijauan dan spodoptera litura atau larva berwarna coklat.
Ulat grayak tinggal di bawah permukaan tanah di siang hari dan aktif memakan tajuk tumbuhan pada malam hari. Serangannya sangat hebat sehingga dalam waktu semalam dapat menghabiskan suatu pertanaman, dan oleh sebab itu dikenal sebagai ulat tentara.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini