Gerilia Ulat Grayak, Kini Serang 2.066 Hektar Jagung

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 1 Februari 2020 - 13:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 21 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pertanian Maurits da Cunha (kanan) sedang menyampaikan informasi kepada Bupati Sikka, Sabtu (1/2)

Kepala Dinas Pertanian Maurits da Cunha (kanan) sedang menyampaikan informasi kepada Bupati Sikka, Sabtu (1/2)

Maumere- SuaraSikka.com: Serangan gerilia ulat grayak di Kabupaten Sikka kian menggila. Hingga minggu keempat Januari 2020, sudah 2.066 hektar jagung yang jadi korban. Padahal sepekan sebelumnya baru mencapai 756,55 hektar.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sikka Mauritz da Cunha, Sabtu (1/2), mengaku serangan ulat grayak begitu cepat. Pemerintah terus berupaya mengeliminir serangan. Saat itu dia mendampingi Bupati Sikka yang mengunjungi salah satu kebun jagung di Wairhubing Desa Watuliwung Kecamatan Kangae.
Gerilia Ulat Grayak, Kini Serang 2.066 Hektar Jagung
Kondisi jagung di Wairhubing yang diserang ulat grayak
Hingga 28 Januari 2020, ulat grayak menyerang lahan pertanian pada 14 dari 21 kecamatan di Kabupaten Sikka. Dari luas tanam 11.945 hektar, hama ini sudah menyerang 2.066 hektar. Yang paling parah di wilayah Kecamatan Alok Timur, seluas 527 hektar.
Data yang diperoleh media ini, ulat grayak menyerang 75 desa/kelurahan. Serangan tergolong dalam 3 kategori yakni serangan ringan seluas 244 hektar, serangan sedang seluas 2.585,5 hektar, dan serangan berat seluas 635,5 hektar. Ada potensi serangan meluas menjadi kategori parah.
Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo berkesempatan mendatangi salah satu kebun milik petani di Wairhubing Desa Watuliwung, Sabtu (1/2). Kunjungan ini dilakukan setelah sebelumnya mendapat informasi dari Wakil Ketua Fraksi Partai Nasdem Yosef Nong Soni saat rapat konsultasi sehari sebelumnya bersama DPRD Sikka.
Di Watuliwung, dari luas tanam 245 hektar, ulat grayak telah menyerang 20 hektar dengan kategori serangan sedang. Sementara 225 hektar lainnya digolongkan ke potensi terancam serangan.
Sebagaimana diketahui, ulat grayak utama adalah spodoptera exigua atau larva berwarna coklat kehijauan dan spodoptera litura atau larva berwarna coklat.
Ulat grayak tinggal di bawah permukaan tanah di siang hari dan aktif memakan tajuk tumbuhan pada malam hari. Serangannya sangat hebat sehingga dalam waktu semalam dapat menghabiskan suatu pertanaman, dan oleh sebab itu dikenal sebagai ulat tentara.*** (eny)
Baca Juga :  Lima Orang Tewas Akibat Gempa 7,7 Magnitudo di Flores

Berita Terkait

Pasca Gempa 7,7 M Melanda Flores, Kegiatan HUT RI di Maumere Dibatalkan
Lima Orang Tewas Akibat Gempa 7,7 Magnitudo di Flores
Flores Bergetar Hebat, Gempa 7,7 Magnitudo, 1 Warga Maumere Meninggal Dunia
Generasi Ngada Belum Selesai, BMP Flotim Kena Bantai, Dua Tim Berbaur Damai
Wasit Bikin Rusak Turnamen Piala Suratin
Pelatih Perse Ende Ingin Ketemu Persami Maumere di Final Piala Suratin
All Flores Semifinal Terjadi di Piala Suratin
Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Ikuti Kejurnas Taekwondo Danrem Wijayakrama di Jakarta

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:29 WITA

Pasca Gempa 7,7 M Melanda Flores, Kegiatan HUT RI di Maumere Dibatalkan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:07 WITA

Lima Orang Tewas Akibat Gempa 7,7 Magnitudo di Flores

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:40 WITA

Flores Bergetar Hebat, Gempa 7,7 Magnitudo, 1 Warga Maumere Meninggal Dunia

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:57 WITA

Generasi Ngada Belum Selesai, BMP Flotim Kena Bantai, Dua Tim Berbaur Damai

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:48 WITA

Wasit Bikin Rusak Turnamen Piala Suratin

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:43 WITA

All Flores Semifinal Terjadi di Piala Suratin

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:38 WITA

Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Ikuti Kejurnas Taekwondo Danrem Wijayakrama di Jakarta

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:55 WITA

Lomba Paket Pelang HUT Yapenthom, Sebuah Kiat Mewariskan Tradisi

Berita Terbaru

Tim Basarnas Maumere tengah mengevakuasi korban gempa di Maumere, Sabtu (15/8)

Bencana Alam

Lima Orang Tewas Akibat Gempa 7,7 Magnitudo di Flores

Sabtu, 15 Agu 2026 - 12:07 WITA

Wasit yang memimpin pertandingan antara BMP Flores Timur dan Persami Maumere di Gelora Samador da Cunha Maumere, Rabu (12/8)

Daerah

Wasit Bikin Rusak Turnamen Piala Suratin

Rabu, 12 Agu 2026 - 20:48 WITA