DBD Kepung Sikka, Tembus 21 Kecamatan

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 17 Februari 2020 - 19:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 30 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana pemeriksaan kesehatan pasien DBD di RSUD TC Hillers Maumere beberapa waktu lalu

Suasana pemeriksaan kesehatan pasien DBD di RSUD TC Hillers Maumere beberapa waktu lalu

Maumere-SuaraSikka.com: Serangan virus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Sikka semakin tidak tertahankan. Sejak Sabtu (15/2), sudah menembus 21 kecamatan. Artinya DBD sudah mengepung seluruh daerah itu.
Sebelumnya, terhitung 22 Januari 2019, DBD melingkar di 17 kecamatan dengan 184 kasus termasuk 2 anak meninggal. Empat kecamatan yang belum tersentuh adalah PaluE, Mapitara, Waiblama dan Nele. Pemerintah daerah setempat pun menetapkan status kejadian luar biasa (KLB).
Berselang lima hari saja, virus ini menggerogoti lagi wilayah Mapitara dan Nele. Seiring dengan itu terjadi peningkatan menjadi 224 kasus.
Gerakan virus DBD kian merajalela. Paskah penetapan KLB, 3 anak lagi meninggal dunia. Terhitung Sabtu (16/2), sudah terjadi 664 kasus, dan menyerang seluruh wilayah kecamatan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka Petrus Herlemus memastikan sudah 5 anak yang meninggal, di mana 2 anak meninggal sebelum KLB, dan 3 anak setelah KLB.
Kasus yang terbanyak, katanya, terjadi di Kecamatan Magepanda, menyusul setelah itu Alok Barat, Alok, dan Alok Timur. Namun terakhir ini, Kecamatan Nita melonjak drastis, berada di bawah Magepanda.*** (eny)
Baca Juga :  Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Berita Terkait

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri
Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut
Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak
Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah
Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka
Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan
Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta
Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:31 WITA

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:17 WITA

Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:44 WITA

Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:50 WITA

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:30 WITA

Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:45 WITA

Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:27 WITA

Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:51 WITA

10 Kali Dapat Opini WTP, Bupati Sikka: Berkat Komitmen Eksekutif dan Legislatif

Berita Terbaru

Daerah

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Kamis, 11 Jun 2026 - 07:50 WITA