2 Korban DBD Hari Ini, dari Magepanda dan Nele

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 29 Februari 2020 - 13:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 30 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Isak tangis keluarga korban DBD dari Desa Nele Urung di ruang jenazah RSUD TC Hillers Maumere, Sabtu (29/2)

Isak tangis keluarga korban DBD dari Desa Nele Urung di ruang jenazah RSUD TC Hillers Maumere, Sabtu (29/2)

Maumere-SuaraSikka.com: Virus demam berdarah dengue (DBD) belum bisa dicegah. Di akhir Februari, Sabtu (29/2), DBD merenggut 2 bocah di RSUD TC Hillers Maumere, masing-masing dari Kecamatan Magepanda dan Nele.
Sisilia Intan Sedu, 11 tahun, meninggal pukul 09.23 Wita. Jasadnya dibawa ke Kampung Baru RT/RW 004/002 Desa Magepanda. Menyusul setelah itu meninggal lagi Alicia Natalin Joselin, 3 tahun 3 bulan. Warga Desa Nele Urung ini meninggal pukul 11.15 Wita di Ruang ICU.
2 Korban DBD Hari Ini, dari Magepanda dan Nele
Korban DBD dari Magepanda dibaringkan di ruang jenazah, Sabtu (29/2)
Dokter Spesialis Anak Mario Nara yang dihubungi di Ruang Melati, membenarkan kematian 2 bocah akibat DBD. Dua korban ini masuk kemarin, sudah dalam keadaan shock.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kabupaten Sikka Petrus Herlemus yang dihubungi terpisah, langsung mengirimkan staf ke RSUD TC Hillers Maumere. Setelah mendapat informasi pasti, dia membenarkan 2 korban DBD hari ini.
Pantauan media ini di ruang jenazah, Ibu kandung Sisilia Sedu tampak menangis histeris. Dia menangis sambil menyebut-nyebut nama anaknya.
Begitu pun ketika korban Alicia Natalin Joselin dibawa dari Ruang ICU ke ruang jenazah. Keluarga mengantar dengan iringan tangisan histeris.
Kematian 2 bocah ini menambah daftar korban tewas DBD menjadi 11 orang. Hingga kemarin sudah terjadi 984 kasus du DBD di Kabupaten Sikka. Magepanda masih menduduki peringkat atas dengan 158 kasus, sementara Nele dengan 29 kasus.*** (eny)
Baca Juga :  Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Berita Terkait

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri
Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut
Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak
Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah
Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka
Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan
Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta
Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:31 WITA

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:17 WITA

Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:44 WITA

Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:50 WITA

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:30 WITA

Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:45 WITA

Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:27 WITA

Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:51 WITA

10 Kali Dapat Opini WTP, Bupati Sikka: Berkat Komitmen Eksekutif dan Legislatif

Berita Terbaru

Daerah

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Kamis, 11 Jun 2026 - 07:50 WITA