Dandim Sikka “Masuk” Seminari BSB

0
144
Dandim Sikka
Dandim Sikka berdialog dengan siswa Seminari BSB Maumere, Senin (2/3)
Maumere-SuaraSikka.com: Paskah kasus feses di Seminari Maria Bunda Segala Bangsa (BSB), Dandim Sikka pun “masuk” sekolah pendidikan calon Imam itu.
Dandim Sikka Letkol Inf Zulnalendra Utama berada di sekolah itu, Senin (2/3). Dia bertindak selaku Inspektur Upacara pada kegiatan upacara apel bendera.
Kehadiran Dandim Sikka lebih kepada memberikan edukasi terkait kehidupan dalam asrama. Dia menyikapi itu, usai viralnya kasus feses yang terjadi di asrama sekolah tersebut.

Dandim Sikka "Masuk" Seminari BSB

“Saya sengaja meminta waktu untuk menyampaikan beberapa hal penting terkait kejadian beberapa waktu lalu. Sebenarnya hal itu tidak perlu terjadi di sekolah yang kita cintai dan banggakan ini,” kata dia.
Zulnalendra Utama merefleksikan kehidupan berasrama yang pernah dia alami selama proses pendidikan militer. Hemat dia, gambaran kehidupan berasrama di seminari sama halnya terjadi di militer.
“Sekolah dan didikan kami juga terdapat senior dan junior. Isinya juga laki-laki yang sifat dan tingkah laku pun berbeda-beda. Dampak ini juga dapat berpengaruh pada pembina atau pembimbing sehingga mengalami stress,” cerita dia.
Terkait kondisi itu, Dandim Sikka menyarankan untuk meningkatkan kehidupan beragama sehingga terjalin hubungan yang harmonis. Dengan demikian terjadi perilaku saling asah dan asuh, baik antara siswa maupun pembina serta pengajar.
Di depan ratusan siswa, Dandim Sikka mengaku kangen dengan masa-masa saat menempuh pendidikan Akademi Militer selama 3 tahun. Junior dan senior memberikan contoh dan teladan terbaik sehingga tercipta kehidupan harmonis. Termasuk tidak memberikan tindakan di batas luar kemanusiaan.
Dia berpesan bahwa kehidupan di rumah, berbeda dengan lingkungan di asrama. Perubahan itu, terkadang menyebabkan siswa kaget. Karena itu, katanya, jika ada permasalahan, baiknya disampaikan kepada senior atau pembina, sebab mereka itulah sesungguhnya pengganti orang tua.
Dandim Sikka menegaskan, generasi penerus bangsa bisa juga membawa kerusakan dan kekerasan. Karena itu dia menyarankan agar bisa memilah mana contoh yang baik dan harus dituruti maupun sebaliknya. Senior harus memberikan contoh yang baik, sehingga menjadi panutan bagi yunior.
Hadir dalam upacara bendera yakni Danramil Alok Kapten Arm Edi Hermanto, Babinsa Ramil Alok, Rektor Seminari BSB RD Deodatus Du’u, Kepala SMPS BSB RD Felix Dari, Kepala SMAS BSB RD. Reymon, para guru dan karyawan, serta ratusan pelajar dua sekolah itu.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini