Uskup Maumere Tiadakan Perayaan Misa

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 21 Maret 2020 - 11:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 37 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Uskup Maumere Mgr Edwaldus Martinus Sedu

Uskup Maumere Mgr Edwaldus Martinus Sedu

Maumere-SuaraSikka.com: Uskup Maumere Edwaldus Martinus Sedu mengeluarkan seruan pastoral terkait Covid 19. Salah satunya yakni meniadakan misa atau perayaan ekaristi.

Seruan pastoral itu diterbitkan pada Jumat (20/3) ditujukan kepada para Imam, Biarawan-Biarawati dan umat Katolik di Keuskupan Maumere.

“Menghadapi wabah virus Covid 19, saya mengajak kita semua untuk tetap bijaksana, tenang, dan tidak panik dalam menyikapi berbagai informasi mengenai penularan dan penyebarannya,” tulis Uskup Maumere melalui seruan pastoral yang kini beredar luas di media-media sosial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ada tiga poin penting yang disampaikan dalam seruan pastoral tersebut. Terhitung sejak Jumat (20/3) sampai Jumat (3/4), segala aktifitas gerejani yang melibatkan banyak orang ditiadakan.

Kegiatan gerejani yang ditiadakan yakni Ekaristi Harian, Ekaristi Hari Minggu, Ekaristi Pemakaman, Ekaristi Peringatan Arwah dan Ibadat lainnya.

Kegiatan lain yang juga ditiadakan seperti pelayanan sakramen pengakuan, ibadat jalan salib, pertemuan malam wajib di KBG dan lingkungan serta stasi.

Yang juga ditiadakan adalah latihan koor, liturgi persiapan pekan suci, katakese Pra Paskah, serta pelatihan dan pembekalan pastoral komisi, biro, dan lembaga di tingkat keuskupan dan paroki.

Baca Juga :  Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

“Kendati pun demikian, aktifitas rohani di tiap-tiap rumah dan komunitas biara tetap dijalankan,” ujar Uskup Maumere.

Selanjutnya Uskup Maumere menyerukan apabila dalam kurun waktu 14 hari, ada umat yang meninggal, maka pelayanannya terbatas pada pemberkatan jenazah. Bagi keluarga dan pelayat diharapkan untuk tetap memperhatikan ketentuan-ketentuan kesehatan mengenai penyebaran Covid 19.

Poin lain yang disampaikan, bahwa setelah Jumat (3/4), jika tidak ada ketentuan lain dari pemerintah, maka umat kembali beribadah dan menghadiri perayaan ekaristi di gereja maupun di komunitas.

“Namun jika ada gejala penyakit pernapasan seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, panas tinggi, supaya berdoa dan beristirahat saja di rumah. Ini berlaku juga untuk pastor dan petugas liturgi,” tulis Uskup Maumere.

Terkait perayaan ekaristi dan ibadah lain setelah Jumat (3/4), Uskup Maumere berpesan hendaknya tidak bertele-tele. Yang Mulia meminta perhatian agar khotbah singkat 5-7 menit, lagu-lagu proporium tidak harus dinyanyikan semua ayat, kecuali lagu-lagu ordinarium.

Uskup Maumere juga menyinggung strategis psikologis menghindari sentuhan tangan. Kolekte diberikan pada saat sebelum masuk gereja, di mana kotak-kotak kolekte disiapkan di pintu masuk gereja. Air suci di pintu masuk gereja ditiadakan. Petugas pembawa persembahan dipastikan menggunakan antiseptik dan cairan pembersih tangan.

Baca Juga :  Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Selain itu Salam Damai sesudah komuni dilakukan dengan menganggukkan kepala atau membungkukkan badan, tanpa perlu bersalaman atau berjabatan tangan. Umat yang menerima komuni hanya diperkenankan melalui tangan, bukan melalui mulut.

Dalam seruan pastoral, Uskup Maumere juga menguraikan khusus terkait Perayaan Pekan Suci. Disebutkan umat membawa daun palma masing-masing, ritus pembasuhan kaki para rasul ditiadakan, passio dan doa umat meriah pada Jumat Agung didaraskan, penghormatan salib tanpa memegang dan mencium salib, tablo jalan salib ditiadakan, prosesi Logu Sinhor di Kampung Sikka ditiadakan, dan pembaptisan katakumen tidak dilaksanakan pada Malam Paskah.

Sementara itu terkait dua perayaan bersama setelah Hari Raya Paskah yakni Pembaharuan Janji Imamat dan Pemberkatan Minyak-Minyak Suci serta Perayaan Minggu Kerahiman di tingkat Keuskupan, akan diumumkan kemudian.

“Sebagai komunitas umat beriman, mari kita bersatu dalam doa, pantang, puasa, dan amal serta menjadikan diri sebagai pelopor gerakan memerangi wabah Covid 19,” ajak Uskup Maumere.*** (eny)

Berita Terkait

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri
Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut
Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak
Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah
Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka
Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan
Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta
Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:31 WITA

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:17 WITA

Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:44 WITA

Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:50 WITA

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:30 WITA

Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:45 WITA

Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:27 WITA

Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:51 WITA

10 Kali Dapat Opini WTP, Bupati Sikka: Berkat Komitmen Eksekutif dan Legislatif

Berita Terbaru

Daerah

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Kamis, 11 Jun 2026 - 07:50 WITA