Maumere-SuaraSikka.com: Dokter Asep Purnama meminta pemerintah dan masyarakat Kabupaten Sikka untuk bersama-sama fokus melakukan pencegahan terhadap Covid 19.
Dia mengatakan sampai sekarang Propinsi NTT termasuk Kabupaten Sikka belum ada pasien positip. Kondisi ini harus disyukuri, tetapi bukan berarti masyarakat menganggap remeh, lalu mengabaikan anjuran dan imbauan pemerintah.
“Kita jangan pikirkan pengobatan, tapi harus fokus pencegahan. Ini yang paling penting. Dan harus dilaksanakan secara bersama-sama, oleh semua kita,” ujar spesialis penyakit dalam ini pada rapat evaluasi Satuan Gugus Tugas Covid 19 di Aula Kantor Dinkes, Sabtu (28/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dia menekankan kepada masyarakat Kabupaten Sikka untuk benar-benar waspada. Kepada semua orang tanpa gejala (OTG) dan orang dalam pemantauan (ODP) yang disarankan untuk karantina mandiri, Dokter Asep sangat berharap agar melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab.
“Kalau kita berhasil di sini, berhasil di pencegahan, maka kecil kemungkinan ada kasus positip di Kabupaten Sikka,” ujarnya pada rapat evaluasi yang dipimpin Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo.
Dokter Asep Purnama mengapresiasi langkah pembentukan desa siaga di setiap kelurahan dan desa di Kabupaten Sikka. Dia sangat berharap setiap Lurah, Kepala Desa, Ketua RT/RW, aktif berperan untuk memberikan sosialisasi pencegahan, serta mendata secara pasti orang yang baru datang ke wilayah itu, termasuk dari daerah terpapar.
Sosialisasi pencegahan, ujar dokter yang menangani ODP dan PDP di ruang isolasi RSUD TC Hillers ini, harus benar-benar memberikan pemahaman seutuhnya tentang Covid 19. Sehingga masyarakat memahami dan menindaklanjuti imbauan-imbauan yang sudah disampaikan pemerintah.
Data dari Posko Satuan Gugus Tugas Covid 19, hingga Sabtu (28/3) pukul 20.00 Wita, sudah tercatat 1.286 OTG, 58 ODP, dan 1 pasien dalam pengawasan (PDP). Khusus untuk 1 PDP ini, sedang dirawat di Ruang Isolasi RSUD TC Hillers Maumere.*** (eny)















