Maumere-SuaraSikka.com: Desa Nangahale di Kecamatan Talibura Kabupaten Sikka punya cara berbeda mencegah penularan Covid 19. Daftar nama orang dalam pemantauan (ODP) langsung dipampang di Posko Desa Siaga.
Setidaknya ada 27 nama warga Desa Nangahale yang berstatus ODP. Nama-nama ODP ditulis dalam secarik kertas, kemudian dilekatkan pada sebatang pohon. Setiap orang yang mendatangi posko yang terletak di pinggir jalan Trans Flores Maumere-Larantuka, bisa mengetahui secara jelas siapa-siapa saja ODP dari desa itu.
Tidak hanya nama ODP, pada kertas itu memuat juga informasi lain seperti jenis kelamin, usia, asal kedatangan, dan tanggal tiba di Desa Nangahale. Yang menarik, pada kolom akhir kertas, termuat catatan perkembangan karantina mandiri para ODP selama 14 hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ada 27 ODP di desa ini. Daftar nama bisa dilihat di pohon itu. Semuanya lengkap. Kalau ada perubahan, misalnya yang sembuh atau bertambah jumlah, kami langsung sesuaikan,” ujar seorang petugas Posko Desa Siaga sambil mengarahkan media ini ke sebuah pohon reo di samping posko.
Dari daftar nama yang dipampang, semuanya adalah warga Desa Nangahale yang diketahui baru kembali dari daerah lain di luar Kabupaten Sikka. Tercatat ada 22 orang yang baru kembali dari Makasar, 1 dari Pulau Jawa, 1 dari Larantuka, 2 dari Kalimantan, dan 1 dari Bali.
Daftar nama ODP dicatat sejak 20 Maret 2020, diawali 2 orang yang baru kembali dari Makasar. Dua perempuan dewasa ini sudah menyelesaikan 14 hari masa karantina mandiri. Selebihnya 25 ODP yang lain masih menjalani masa karantina, berkisar antara 1-10 hari ke depan.
Kepala Desa Nangahale Sahanudin yang ditemui di Posko Desa Siaga menegaskan pihaknya melakukan pengetatan terhadap warga desa yang keluar masuk dari dan ke wilayahnya. Pengetatan diprioritaskan kepada warga desa yang baru datang dari luar kabupaten, terutama dari daerah terpapar.
Untuk masuk keluar pemukiman Desa Nangahale, warga setempat menutup jalan dengan sebuah bambu. Setiap orang yang masuk, diminta mencuci tangan dengan air mengalir. Warga desa yang diketahui baru kembali dari daerah di luar Kabupaten Sikka langsung di data namanya pada posko.
Pantauan media ini di Posko Desa Siaga, Sabtu (4/4), beberapa petugas posko tampak asyik berada di dalam posko. Di situ ada beberapa kursi yang dibentuk dari batang pohon. Setiap tamu yang datang, diminta mengisi buku tamu.
Tidak jauh dari Posko Desa Siaga Nangahale, ada sebuah pelabuhan rakyat. Banyak perahu dan kapal motor rakyat yang biasanya bersandar di situ. Pelabuhan ini menghubungi pulau-pulau yang terletak di wilayah Gugus Teluk Maumere, serta beberapa destinasi wisata di wilayah perairan.*** (eny)















