Kupang-SuaraSikka.com: Sejak berada di Kupang, EA disinyalir sudah berinteraksi dengan 50-60 orang. Pemkot Kupang sudah mengantongi 15 nama, lengkap dengan alamat.
Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man ketika menyampaikan keterangan pers kepada wartawan, Jumat (10/4) malam, di Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT.
Hermanus Man mengatakan pihaknya telah mengikuti informasi tentang EA, yang diunggah dalam video yang beredar. Pasien positif Covid 19 pertama di NTT itu diperkirakan telah berinteraksi dengan 50-60 orang di Kota Kupang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Data sementara saat ini sekitar 50-60 orang yang sudah kontak langsung dan berinteraksi dengan dia. Ada 15 orang yang sudah ada nama dan alamatnya. Dan kita sudah punya data. Bahkan ada 1 yang sudah ke daerah lain di NTT, dan saya sudah kontak bupati-nya agar orang itu segera ditelusuri dan diambil tindakan medis,” ungkap Herman Man.
Satgas Covid Kota Kupang saat ini tengah melakukan pemeriksaan terhadap 5 orang yang sudah melakukan kontak langsung dengan EA.
“Saya baru dapat laporan bahwa malam ini ada 5 orang yang diperiksa, 3 di antaranya atas kerelaan sendiri datang dan lapor bahwa sudah berinteraksi dengan pasien positif, dan 2 lainnya kita kontak untuk datang periksa,” sebutnya.
Di Kota Kupang sudah tercatat 3 kasus Covid dengan rincian 2 orang PDP (pasien dalam pengawasan) dan 1 orang positip. Hermanus Man menyebutkan 3 orang tersebut bukan warga Kota Kupang.
“Tiga kasus ini bukan warga Kota Kupang. Ini perlu saya tegaskan agar tidak meresahkan warga Kota Kupang,” tegas dia.
Dia menambahkan Dinas Kesehatan Kota Kupang sudah menyiapkan tim survelens hingga ke Puskesmas. Tim itu terdiri dari para medis dan dokter yang berpengalaman guna menelusuri jejak sosial EA.
“Kita telusuri sejak dia datang ke Kupang, siapa yang jemput di bandara, makan di mana, di rumah ketemu dengan siapa saja. Ini semacam kerja intelejen yang menyelidiki epidemologi. Dari situ kita akan tahu bahwa dia sudah bertemu dengan siapa saja, di mana dan kapan. Semua kontak yang sudah berhubungan dengan dia, akan kita rapid test,” ujar Herman Man.
Dia mengimbau warga Kota Kupang yang merasa pernah berinteraksi dengan EA agar secara sukarela datang melaporkan diri di Dinas Kesehatan Kota Kupang untuk dilakukan pemeriksaan.*** (eny)















