Maumere-SuaraSikka.com: Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo mengancam akan mencopot Kensius Didimus yang menjabat Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika. Hal ini gara-gara pelaksanaan dalam penjabaran perintah untuk menangani virus corona.
Ancaman ini disampaikan Bupati Sikka di depan anggota DPRD Sikka saat Rapat Kerja antara DPRD Sikka bersama Bupati Sikka dan Satgas Covid Sikka, Rabu (15/4) siang.
“Kadis Infokom ini bisa dicopot. Saya kecewa, karena melawan perintah,” tegas Bupati Sikka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Sikka mengatakan telah meminta Kadis Infokom untuk merencanakan anggaran sebesar Rp 200 juta. Anggaran tersebut untuk alokasi kegiatan media center terkait data dan informasi soal upaya-upaya pemerintah dalam pencegahan penularan virus corona.
“Anggaran ini tidak diakomodir, karena yang saya dengar Kadis Infokom datang terlambat waktu pembahasan anggaran. Saya cukup kecewa dan marah, ada orang yang tidur. Dalam waktu dekat kita ganti saja. Dan saya mohon agar bisa dianggarkan kembali,” ungkap Bupati Sikka.
Kekecewaan dan amarah Bupati Sikka ini disampaikan untuk menanggapi pendapat Ketua Fraksi PDIP Stefanus Sumandi.
Politisi asal Kecamatan Mapitara itu mendorong pemerintah agar membangun kemitraan dengan para pekerja jurnalistik di Kabupaten Sikka. Para wartawan, kata dia, selain membantu masyarakat untuk mengakses informasi, juga bisa memberikan edukasi kepada masyarakat tentang virus corona, seperti penyebaran, masa inkubasi, gejala, cara mengatasi dan berbagai hal lainnya.
Dampak dari tidak ada anggaran media center, sejumlah wartawan menginisiasi ruangan media center yang sederhana di dekat Aula Kantor Dinas Kesehatan. Sekretaris Covid Sikka Petrus Herlemus mengadakan tenda, selanjutnya BPBD Sikka membantu pengadaan papan informasi. Ruangan media center ini belum berfungsi secara maksimal, kecuali beberapa kali pernah digelar keterangam pers di tempat itu.*** (eny)















