Warga Karantina di SCC Belum Maksimal Hindari Kerumunan dan Jaga Jarak

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 16 April 2020 - 12:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 10 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana warga karantina di Gedung SCC, Rabu (15/4)

Suasana warga karantina di Gedung SCC, Rabu (15/4)

Maumere-SuaraSikka.com: Imbauan pemerintah untuk menghindari kerumunan dan jaga jarak, belum maksimal diterapkan masyarakat. Termasuk juga warga yang sedang menjalani karantina di Gedung SCC Maumere.

Pantauan media ini beberapa hari terakhir, warga karantina di Gedung SCC masih membentuk kerumunan dalam kelompok kecil, 5-10 orang.

Dalam kerumunan itu, mereka tidak menerapkan imbauan jaga jarak sebagaimana yang dianjurkan standar kesehatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan Sikka yang setiap hari bertugas di Gedung SCC, sering kali mengingatkan dengan pengeras suara. Ada warga yang secara sadar langsung menjauh dari kerumunan, tapi masih ada juga yang terkesan tidak mengindahkan imbauan.

“Tolong jangan berkerumun, ingat jaga jarak, ini untuk kepentingan kita semua,” demikian terdengar seruan petugas dari pengeras suara, Rabu (15/4).

Baca Juga :  Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Jurubicara Satgas Covid Sikka Petrus Herlemus menegaskan bahwa Tim Kerja Satgas Covid Sikka sudah berulang kali mengimbau agar menerapkan anjuran pemerintah terkait protokoler kesehatan. Dia mengharapkan kesadaran dari semua masyarakat untuk melaksanakannya.

Warga yang sedang menjalani karantina di Gedung SCC, dan juga di Rujab Bupati Sikka, merupakan penumpang KM Lambelu yang turun di Pelabuhan Laurens Say Maumere pada Selasa (7/4) lalu. Pemerintah daerah setempat langsung mengevakuasi 239 penumpang ke lokasi karantina.

Sampai dengan Rabu (15/4) kemarin, jumlah warga yang menjalani karantina sebanyak 172 orang, seluruhnya dari Kabupaten Sikka. Terdapat 3 orang yang menjalankan isolasi di RSUD TC Hillers Maumere.

Baca Juga :  Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Sedangkan penumpang KM Lambelu yang turun di Maumere, dan berasal dari Kabupaten Flotim, Ende, Nagekeo, Ngada, dan Manggarai Timur, sudah dijemput pemerintah daerah masing-masing, dan menjalani karantina dalam pegawasan Satgas Covid setempat.

Satgas Covid Sikka memberikan perhatian serius kepada eks penumpang KM Lambelu, karena mereka datang dari daerah terpapar.

Apalagi, dalam proses penanganan kesehatan, diketahui 26 anak buah kapal Lambelu dinyatakan positip, 3 di antaranya pernah menjalani rapid test di Maumere dengan hasil reaktif.

Sementara 3 orang eks penumpang Lambelu asal Kabupaten Sikka juga dinyatakan reaktif dari hasil rapid test pertama. Kini ketiganya sedang berada di ruang isolasi RSUD TC Hillers Maumere, dan telah menjalani pemeriksaan swab.*** (eny)

Berita Terkait

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bandara Frans Seda Maumere Ditutup Sementara
Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri
Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut
Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak
Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah
Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka
Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan
Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:03 WITA

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bandara Frans Seda Maumere Ditutup Sementara

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:31 WITA

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:17 WITA

Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:44 WITA

Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:50 WITA

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:31 WITA

Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:45 WITA

Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:27 WITA

Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Berita Terbaru

Daerah

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Kamis, 11 Jun 2026 - 07:50 WITA