Warga Karantina di SCC Belum Maksimal Hindari Kerumunan dan Jaga Jarak

0
106
Warga Karantina di SCC Belum Maksimal Hindari Kerumunan dan Jaga Jarak
Suasana warga karantina di Gedung SCC, Rabu (15/4)

Maumere-SuaraSikka.com: Imbauan pemerintah untuk menghindari kerumunan dan jaga jarak, belum maksimal diterapkan masyarakat. Termasuk juga warga yang sedang menjalani karantina di Gedung SCC Maumere.

Pantauan media ini beberapa hari terakhir, warga karantina di Gedung SCC masih membentuk kerumunan dalam kelompok kecil, 5-10 orang.

Dalam kerumunan itu, mereka tidak menerapkan imbauan jaga jarak sebagaimana yang dianjurkan standar kesehatan.

Petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan Sikka yang setiap hari bertugas di Gedung SCC, sering kali mengingatkan dengan pengeras suara. Ada warga yang secara sadar langsung menjauh dari kerumunan, tapi masih ada juga yang terkesan tidak mengindahkan imbauan.

“Tolong jangan berkerumun, ingat jaga jarak, ini untuk kepentingan kita semua,” demikian terdengar seruan petugas dari pengeras suara, Rabu (15/4).

Jurubicara Satgas Covid Sikka Petrus Herlemus menegaskan bahwa Tim Kerja Satgas Covid Sikka sudah berulang kali mengimbau agar menerapkan anjuran pemerintah terkait protokoler kesehatan. Dia mengharapkan kesadaran dari semua masyarakat untuk melaksanakannya.

Warga yang sedang menjalani karantina di Gedung SCC, dan juga di Rujab Bupati Sikka, merupakan penumpang KM Lambelu yang turun di Pelabuhan Laurens Say Maumere pada Selasa (7/4) lalu. Pemerintah daerah setempat langsung mengevakuasi 239 penumpang ke lokasi karantina.

Sampai dengan Rabu (15/4) kemarin, jumlah warga yang menjalani karantina sebanyak 172 orang, seluruhnya dari Kabupaten Sikka. Terdapat 3 orang yang menjalankan isolasi di RSUD TC Hillers Maumere.

Sedangkan penumpang KM Lambelu yang turun di Maumere, dan berasal dari Kabupaten Flotim, Ende, Nagekeo, Ngada, dan Manggarai Timur, sudah dijemput pemerintah daerah masing-masing, dan menjalani karantina dalam pegawasan Satgas Covid setempat.

Satgas Covid Sikka memberikan perhatian serius kepada eks penumpang KM Lambelu, karena mereka datang dari daerah terpapar.

Apalagi, dalam proses penanganan kesehatan, diketahui 26 anak buah kapal Lambelu dinyatakan positip, 3 di antaranya pernah menjalani rapid test di Maumere dengan hasil reaktif.

Sementara 3 orang eks penumpang Lambelu asal Kabupaten Sikka juga dinyatakan reaktif dari hasil rapid test pertama. Kini ketiganya sedang berada di ruang isolasi RSUD TC Hillers Maumere, dan telah menjalani pemeriksaan swab.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini