Ratusan Relawan Turun Pantau Pelaksanaan Karantina Mandiri

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 27 April 2020 - 13:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 14 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jurubicara Satgas Covid Sikka Petrus Herlemus

Jurubicara Satgas Covid Sikka Petrus Herlemus

Maumere-SuaraSikka.com: Satgas Covid Sikka, Senin (27/4), menerjunkan ratusan relawan ke lapangan. Mereka bertugas memantau eks penumpang KM Lambelu yang melaksanakan karantina mandiri.

Sebelum diterjunkan ke desa-desa, para relawan mendapat tambahan pembekalan dari Tim Kerja Satgas Covid Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka.

Tambahan pembekalan dimaksudkan agar kegiatan yang dilaksanakan benar-benar sesuai protokoler kesehatan.

Jurubicara Satgas Covid Sikka Petrus Herlemus, Senin (27/4), menjelaskan para relawan akan bertugas hingga masa karantina selesai.

Selain relawan, Satgas Covid Sikka juga menurunkan Tim Gerak Cepat (TGC) Dinkes Sikka dan Puskesmas. Nantinya TGC dan relawan bergabung bersama untuk kegiatan pemantauan.

“Tiap hari mereka akan laporkan perkembangan karantina mandiri. Kita akan tindaklanjuti sesuai laporan,” ujar dia.

Baca Juga :  PDI Perjuangan Lepas Kapal RS Laksamana Malahayati Bantu Korban Gempa di NTT

Sebanyak 145 eks penumpang Lambelu sedang menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing. Sejauh mana perkembangannya belum diketahui, antara lain layak tidaknya tempat karantina mandiri, dan bagaimana tanggung jawab mereka dalam melaksanakan karantina mandiri.

Sebelumnya Petrus Herlemus menegaskan Satgas Covid Sikka akan menjemput paksa pelaku karantina mandiri yang bandel karena tidak melaksanakan protokoler kesehatan dengan baik.*** (eny)

Berita Terkait

Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka
Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal
BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit
Dentuman Keras, Dikira Gempa Susulan, Ternyata Gunung Lewotobi Erupsi Lagi
Belanja Modal Anjlok Rp 12 Miliar Lebih, Infrastruktur Jalan Bakal Jadi Korban
Seng Bantuan untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Ukuran Tipis, Tidak Layak Jadi Atap Rumah
100 Rombel pada 22 Sekolah di Sikka Harus Belajar di Tenda Darurat, SMPN 1 Maumere Pindah ke SKB
Pilkades Serentak Ditunda Tahun 2027, Sikap Bupati Sikka Plin-Plan

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:56 WITA

Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:37 WITA

Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:01 WITA

BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:12 WITA

Dentuman Keras, Dikira Gempa Susulan, Ternyata Gunung Lewotobi Erupsi Lagi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:15 WITA

Belanja Modal Anjlok Rp 12 Miliar Lebih, Infrastruktur Jalan Bakal Jadi Korban

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:20 WITA

100 Rombel pada 22 Sekolah di Sikka Harus Belajar di Tenda Darurat, SMPN 1 Maumere Pindah ke SKB

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:04 WITA

Pilkades Serentak Ditunda Tahun 2027, Sikap Bupati Sikka Plin-Plan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:35 WITA

PMKRI Maumere, Timika, Mataram dan Solidaritas Pemuda-Pemudi NTB Salurkan Bantuan untuk Lansia Terdampak Gempa Flores

Berita Terbaru