Intervensi Dampak Covid, Distan Salurkan 10.000 Ekor Ayam KUB

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 1 Mei 2020 - 09:45 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 9 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Yeremias Dewa

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Yeremias Dewa

Maumere-SuaraSikka.com: Dinas Pertanian Kabupaten Sikka aka menyalurkan 10.000 ekor ayam kampung unggulan balitnak (KUB). Bantuan ini sebagai intervensi dampak ekonomi Covid 19.

Kepala Bidang Peternakan Yeremias Dewa, Kamis (30/4) di ruang kerjanya, menjelaskan anggaran bantuan ini senilai Rp 831.500.000.

Sementara ini Bidang Peternakan Dinas Pertanian sedang melakukan validasi dan verifikasi untuk 500 RTM penerima manfaat. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi tumpang tindih penerima manfaat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Data dari Dinas Sosial, sekitar 17.000 yang belum dapat bantuan. Bayangkan banyak begini, padahal penerima manfaat ayam KUB hanya 500. Jadi harus verifikasi lagi,” ungkap Yeremias Dewa.

Baca Juga :  Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan

Nantinya setiap RTM akan mendapat 20 ekor ayam usia 1 bulan. Ayam jenis ini, saat usia 4 ban sudah bisa dipotong dan dikembangbiakan.

Untuk memback pemeliharaan, Dinas Pertanian juga menyediakan bahan lokal untuk kandang ayam seperti bambu, usuk, atap pelepah, dan material.

“Kami siapkan bahannya, penerima manfaat bikin sendiri. Bentuk dan model sesuai keinginan mereka. Nanti kami dukung lagi dengan upah kerja, Rp 120.000 untuk 2 hari,” ujar dia.

Baca Juga :  Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bandara Frans Seda Maumere Ditutup Sementara

Tidak cukup hanya dengan itu, Yeremias Dewa menambahkan, akan menyalurkan juga pakan ayam sejumlah 56 kilogram untuk waktu 3 bulan.

Ayam KUB merupakan hasil persilangan antara sesama ayam kampung yang mempunyai beberapa keunggulan. Masa bertelur lebih cepat dibanding ayam kampung biasa. Ayam jenis ini mempunyai naluri mengeram yang lebih rendah sehingga dapat memaksimalkan masa bertelur.*** (eny)

Berita Terkait

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bandara Frans Seda Maumere Ditutup Sementara
Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri
Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut
Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak
Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah
Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka
Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan
Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:03 WITA

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bandara Frans Seda Maumere Ditutup Sementara

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:31 WITA

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:17 WITA

Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:44 WITA

Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:50 WITA

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:31 WITA

Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:45 WITA

Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:27 WITA

Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Berita Terbaru

Daerah

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Kamis, 11 Jun 2026 - 07:50 WITA