Maumere-SuaraSikka.com: Satgas Covid Sikka mengantisipasi cepat keberadaan 46 Alumni Gowa peserta Ijtima Ulama Dunia 2020 Zona Asia, untuk mendeteksi wabah virus corona. Sebanyak tiga tim, Jumat (1/5), diturunkan dan “menyerbu” ke rumah masing-masing.
Langkah ini dilakukan setelah diketahui 2 orang Alumni Gowa asal Kabupaten Manggarai Barat dinyatakan positif Covid 19. Pemkab Sikka melalui Satgas Covid Sikka mengambil langkah lebih cepat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.
Tim 1 bertugas di wilayah Kota Maumere, dipimpin Kepala Bidang Kesmas Dinkes Sikka Martina Pali. Lalu Tim 2 bertugas di wilayah Desa Nangahale Kecamatan Talibura, dipimpin Sekretaris Dinkes Clara Yosefina Francis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dan Tim 3 bertugas di wilayah Desa Parumaan Kecamatan Alok Timur, dipimpin Kepala Seksi Fasilitas Pelayanan Kesehatan Mutu dan Akreditasi Dinkes Sikka Waltrudis Maria Esty.
Informasi yang dihimpun media ini, terdapat 46 orang Jamaah Tabligh asal Kabupaten Sikka yang menjadi peserta Ijtima Ulama Dunia 2020 Zona Asia.
Sebanyak 17 orang dari Desa Nangahale Kecamatan Talibura, 17 dari Kecamatan Alok Timur, 2 dari Kecamatan Alok, dan 10 dari Kecamatan Alok Barat.
Dari 3 tim yang diturunkan, hanya tim yang bertugas di Parumaan yang belum melaksanakan tugas. Pasalnya Parumaan terletak di wilayah kepulauan. Untuk ke wilayah ini harus menyeberangi laut.
Sekretaris Dinas Kesehatan Sikka Clara Yosephina Francis mengatakan dalam waktu dekat akan menjadwalkan pengecekan langsung ke Desa Parumaan.
Jamaah Tabligh Alumni Gowa asal Kabupaten Sikka, ada yang kembali lewat udara, ada juga yang lewat jalur laut. Yang lewat jalur laut, turun di Pelabuhan Laurens Say pada 24 Maret 2020 lalu menggunakan KM Lambelu.
Saat debarkasi, mereka telah menjalani pemeriksaan kesehatan dengan pengukuran suhu tubuh. Mereka dianjurkan karantina mandiri selama 14 hari, dan apabila ada keluhan kesehatan segera melapor ke Satgas Covid Sikka.
Masa karantina mandiri telah selesai pada 7 April 2020 lalu. Namun tidak ada satu pun yang melaporkan perkembangan kesehatan.
Peserta Ijtima Ulama Dunia dari Kecamatan Talibura langsung dilakukan rapid test di Aula Kantor Desa Nangahale. Sementara peserta yang berasal dari wilayah dalam Kota Maumere melaksanakan rapid test di UPT Laboratorium Dinkes Sikka.
Seperti diketahui, acara Ijtima Ulama Dunia 2020 Zona Asia rencananya digelar selama empat hari mulai 19 Maret 2020 hingga 22 Maret 2020 di Kecamatan Bontomarannu, Gowa, Sulawesi Selatan. Lokasi Ijtima Ulama Dunia 2020 pun disemprot dengan disinfektan.
Acara tersebut kemudian dibatalkan karena digelar di tengah pandemi Covid-19. Rencananya acara tersebut akan dihadiri sekitar 8.000 orang dari dalam negeri maupun luar negeri.
Beberapa hari sebelum acara tersebut dimulai, warga negara asing dari berbagai negara terlanjur datang ke Gowa. Tercatat ada 474 WNA yang berasal dari 12 negera di dunia.
Tidak hanya itu. Ribuan orang dari berbagai wiayah di Indonesia telah hadir di Gowa.
Saat itu Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah meminta agar para WNA dikarantina agar tidak kontak erat dengan warga sebelum dipulangkan ke negaranya.*** (eny)















