Maumere-SuaraSikka.com: Masyarakat Kecamatan Doreng di Kabupaten Sikka punya gaya tersendiri menyambut warganya yang nonreaktif Covid 19. Mereka menggelar ritual “Roni Plulung Kleleng”.
Upacara adat dilaksanakan di batas
Desa Rubit Kecamatan Hewokloang dan Desa Wolomotong Kecamatan Doreng. Masyarakat memberikan tanda batas sepanjang jalan di batas desa, dengan rumpun dedaunan yang bentuknya semacam tali, yang dalam bahasa setempat disebut bogin.
Ritual dilakukan dua tokoh adat setempat bernama Klemens Sawan dan Leopoldus Maring. Ada beberapa rangkaian ritual yang maknanya sebagai.pembersihan diri, baik untuk warga yang nonreaktif maupun untuk seluruh warga masyarakat di kecamatan itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Empat warga Doreng yang nonreaktif diminta berdiri di dekat bogin pembatas, dan belum diperbolehkan masuk ke wilayah Doreng.
Ritual ini diawali dengan penyerahan 1 keping uang koin dari warga karantina kepada tokoh adat. Uang-uang koin dikumpulkan di tempurung yang sudah disiapkan.
Lalu empat warga ini diminta meludahi koin-koin tersebut. Kemudian para tua adat lmembuang tempurung yang berisi koin ke kali.
Setelah itu dilanjutkan dengan upacara persembahan untuk memohon pertolongan leluhur dan Tuhan agar melindungi seluruh warga masyarakat Doreng.
“Ini upacara pembersihan menurut adat kami di sini. Kami meminta agar semua warga masyarakat dibersihkan dari bencana termasuk virus corona,” jelas Camat Doreng Polikarpus Manase.
Setelah semua acara adat selesai, ritual diakhiri dengan memotong bogin pembatas. Selanjutnya warga karantina diperbolehkan masuk ke wilayah kecamatan.
“Selain pembersihan, ritual ini juga menggambarkan masyarakat menerima saudara-saudara kami ini yang sudah selama 1 bulan dikarantina akibat persoalan corona,” tambah dia.
Sebelumnya, Camat Doreng Polikarpus Manase bersama Kepala Desa Wolonterang Firgilius Dalo, langsung menjemput warganya di lokasi karantina di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.
Mereka ini dipulangkan karena masa karantina sudah selesai, dan dinyatakan reaktif setelah tiga kali menjalani rapid test.
Sebelum kembali ke Doreng, Polikarpus Manase memberikan arahan untuk menjalankan protokoler kesehatan.*** (eny)















