Tiap Hari Konsumsi Vitamin dan Obat, 9 Penghuni Ruang Isolasi Masih Saja Reaktif

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 5 Mei 2020 - 23:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 10 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Eks penumpang Lambelu dipindahkan dari ruang isolasi ke Kantor Dinas Budpar Sikka, Selasa (5/5) malam

Eks penumpang Lambelu dipindahkan dari ruang isolasi ke Kantor Dinas Budpar Sikka, Selasa (5/5) malam

Maumere-SuaraSikka.com: Sembilan penghuni ruang isolasi RSUD TC Hillers Maumere, setiap hari konsumsi vitamin dan obat-obatan. Anehnya, mereka masih saja reaktif Covid 19 berdasarkan hasil rapid test ketiga.

Jurubicara Satgas Covid Sikka Petrus Herlemus memastikan 9 orang ini menjalani rapid test ketiga. Awalnya diharapkan hasil mereka membaik, ternyata justeru masih reaktif.

Sebelumnya, 9 orang yang semuanya perempuan ini reaktif rapid test kedua. Satgas Covid Sikka langsung mengevakuasi mereka ke ruang isolasi pada Kamis (23/4) malam.

Pada Selasa (5/5) sekitar pukul 19.15 Wita, Satgas Covid Sikka mengeluarkan 9 orang ini dari ruang isolasi, dan memindahkan ke lokasi karantina di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

Di lokasi karantina ini, semuanya berjumlah 36 orang, merupakan eks penumpang KM Lambelu. Terdapat 35 orang reaktif, dan 1 orang nonreaktif. Yang nonreaktif, dipisahkan tersendiri, dan rencananya Rabu (6/5) besok akan dipulangkan

Salah satu dari 9 orang yang dipindahkan ke Kantor Dinas Budpar, menyampaikan setiap hari mengonsumsi vitamin dan obat-obatan.

Baca Juga :  Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani

“Dapat vitamin, obat. Tiap hari lebih banyak istirahat saja, tidur. Komunikasi juga dengan keluarga,” jawab perempuan yang beralamat di Kelurahan Kota Uneng Kecamatan Alok.

Pantauan media ini, 9 perempuan tersebut dievakuasi dengan Ambulance Gawat Darurat Khusus Covid 19. Karena kapasitasnya kecil, evakuasi dilakukan bertahap tiga kali.

Mereka menempati kamar tersendiri yang sudah disiapkan relawan PMI Sikka, Tagana Sikka, dan BPBD Sikka. Sebelum masuk ke lokasi karantina, terlebih dahulu dilakukan penyemprotan ke tubuh dan barang-barang bawaan.*** (eny)

Berita Terkait

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka
Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti
Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN
Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani
Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani
Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 
Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal
Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:54 WITA

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:56 WITA

Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:38 WITA

Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:22 WITA

Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani

Senin, 18 Mei 2026 - 15:12 WITA

Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:13 WITA

Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:37 WITA

Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:33 WITA

Festival Sepak Bola Pelajar Sukses Meniti Prestasi, Bupati Sikka Beri Apresiasi

Berita Terbaru