Maumere-SuaraSikka.com: Satu orang eks penumpang KM Lambelu asal Kabupaten Flores Tinur dipastikan positip Covid 19. Realitas ini membuat Kabupaten Sikka dalam posisi terancam.
Pasalnya Flotim 01, yang diketahui berinisial RB, menumpang Lambelu bersama 179 penumpang asal Kabupaten Sikka. Penumpang asal Flotim sendiri berjumlah 17 orang.
Setelah turun dari Lambelu, Selasa (7/4) malam, penumpang Flotim dibawa ke lokasi karantina terpusat di Gedung SCC.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Malam itu juga mereka dipulangkan dengan sebuah bus. Namun bus ini kembali lagi karena sopir bus diancam pemutusan hubungan kerja oleh majikannya.
Akhirnya mereka menginap di Gedung SCC. Pemkab Sikka menyiapkan satu tenda khusus untuk mereka di halaman Gedung SCC.
Mereka baru diberangkatkan pada Rabu (8/4) petang dengan pengawalan ketat aparat keamanan dari Maumere.
Informasi yang dihimpun media ini, 17 penumpang asal Flotim awalnya dikarantina secara terpusat di Gedung SKB Sarotari. Setelah itu mereka dipindahkan ke Biara BHK Emaus Weri.
Menurut rencana, malam ini juga RB akan dievakuasi ke RSUD Larantuka untuk mendapatkan penanganan secara medis.
Kepastian status positip RB, disampaikan Gugus Tugas di Jakarta, Selasa (5/5). Gugus Tugas menyampaikan tambahan 1 kasus positip dari NTT, sehingga berjumlah 12.
Gugus Tugas tidak menyampaikan detail daerah, sehingga melahirkan berbagai spekulasi.
Satgas Covid NTT melanjutkan informasi melalui rilis pada Rabu (6/5) petang. Dipastikan orang ke-12 NTT yang positip berasal dari Flores Timur, eks penumpang KM Lambelu.
Lambelu menjadi ancaman tersendiri bagi Kabupaten Sikka, setelah diketahui 92 ABK dan mitra divonis positip Covid. Ancaman itu semakin terbuka, menyusul 1 orang penumpang terpapar.
Hingga saat ini tercacat 46 eks penumpang Lambelu asal Kabupaten Sikka yang terindikasi reaktif berdasarkan rapid test. Rencananya semua merek, Kamis (7/5), akan menjalani pemeriksaan swab.*** (eny)















