Salurkan 2000 Masker, IDI Sikka Berikan Edukasi Covid

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 7 Mei 2020 - 15:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 25 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokter Frisky Ronald Tua menyerahkan masker kain di Kecamatan Magepanda pekan lalu

Dokter Frisky Ronald Tua menyerahkan masker kain di Kecamatan Magepanda pekan lalu

Maumere-SuaraSikka.com: Ikatan Dokter Indonesia (IDI) membagikan 2.000 masker di Kecamatan Magepanda. Mereka juga memberikan edukasi terkait pencegahan Covid 19 yang kini sedang mewabah.

Kegiatan penyaluran masker dan edukasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari program Gerakan IDI Peduli Sikka dengan tajuk besar Masker Untuk Sikka.

Ketua Panitia Masker Untuk Sikka Dokter Frisky Ronald Tua mengatakan edukasi menyeluruh untuk setiap lintas sektor di Kecamatan Magepanda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hadir saat itu Camat Magepanda Pedro Rodriquez dan jajaran, Kepala Desa, Babinsa, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda, Dokter serta anggota Puskesmas Magepanda. Kegiatan terpusat di Aula Kantor Kecamatan.

Meski menghimpun banyak orang, edukasi dilaksanakan dengan menaati protokoler kesehatan physical distancing.

Ada dua pemateri pada kegiatan edukasi ini yakni Dokter Mario Nara dan Dokter Frisky Ronald Tua.

Dokter Mario Nara membawakan 2 materi yakni Peran Serta Masyarakat dalam Pemberantasan Covid 19, dan Gerakan IDI Masker Untuk Sikka Sebagai Media Penyampaian Edukasi Menyeluruh Seputar Covid 19 dari Dokter untuk Masyarakat.

Lalu Dokter Frisky membawakan 3 materi yakni Pencegahan Penularan Covid 19, Upaya Karantina Mandiri, serta Pemberantasan Stigma dan Diskriminasi di Era Covid 19 di Masyarakat.

Baca Juga :  Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan

Dokter Frisky menggambarkan masyarakat Kecamatan Magepanda sangat antusias. Menurut dia masyarakat di daerah itu sangat ingin bersiap diri memerangi Covid 19 di wilayah mereka.

“Bahkan setiap desa sudah mengupayakan tempat karantina terpusat di wilayah masing-masing. Ini bagus, supaya proses karantina mandiri oleh para pelaku perjalanan atau ODP bisa berjalan optimal,” ujar Dokter Frisky.

Usai edukasi, Gerakan IDI Masker Untuk Sikka mendistribusikan 2000 masker kain yang merupakan hasil kerja penjahit-penjahit di Kabupaten Sikka.

Sebanyak 2000 masker kain dibagi masing-masing 350 lembar untuk 5 desa. Setiap kepala desa langsung menerimanya.

Selanjutnya 250 masker kain diberikan kepada Puskesmas Magepanda. Masker ini disalurkan kepada pasien yang datang berobat dan belum punya masker.

IDI Cabang Sikka melalui Gerakan Masker Untuk Sikka menekankan bahwa ada 3 hal utama yang harus dimiliki setiap masyarakat di Kabupaten Sikka dalam upaya memberantas penularan Covid 19 yakni jaga jarak, pakai masker, dan cuci tangan.

Gerakan ini, lanjut dia, bukan hanya tentang masker kain saja. Masker kain menjadi media bagi IDI Sikka untuk bisa menyampaikan edukasi menyeluruh ke masyarakat yang didatangi untuk memberantas penularan Covid 19.

Baca Juga :  Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri

“Kami berupaya memaksimalkan edukasi ke setiap tempat, dan itu yang menjadi landasan kerja kami yang menjadi keistimewaan dari gerakan ini,” ujar Dokter Mario Nara selaku Ketua IDI Cabang Sikka.

Memberantas penularan Covid 19, kata dia, tidak bisa hanya dengan kekuatan orang perorang, namun harus menjadi usaha bersama supaya mata rantai penularannya bisa terputus.

Untuk itu, lanjut Dokrer Mario Nara, IDI Sikka melalui Gerakan Masker Untuk Sikka tidak pernah jemu menyuarakan edukasi di masyarakat.

Edukasi dilakukan dengan berbagai cara seperti tatap langsung saat distribusi masker, talkshow radio, iklan layanan masyarakat di radio, sosialisasi pada frateran, dan beberapa upaya lain. Semua ini dilaksanakan dengan harapan dapat membantu mensukseskan upaya pencegahan penularan Covid 19 di Kabupaten Sikka.

Gerakan Masker Untuk Indonesia awalnya dimulai di Kecamatan Nita. Saat itu IDI Sikka menyalurkan 1000 masker di 3 lokasi di Kecamatan Nita.*** (eny)

Berita Terkait

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bandara Frans Seda Maumere Ditutup Sementara
Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri
Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut
Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak
Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah
Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka
Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan
Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:03 WITA

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bandara Frans Seda Maumere Ditutup Sementara

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:31 WITA

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:17 WITA

Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:44 WITA

Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:50 WITA

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:31 WITA

Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:45 WITA

Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:27 WITA

Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Berita Terbaru

Daerah

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Kamis, 11 Jun 2026 - 07:50 WITA