Biaya Kesehatan Terjamin Berkat Program JKN-KIS

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 20 Juni 2020 - 09:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 9 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mariana Konsinta Marlina

Mariana Konsinta Marlina

Maumere-SuaraSikka.com: Warga masyarakat mengapresiasi kehadiran program JKN-KIS. Berkat program ini, kesehatan terjamin dan dilindungi negara.

Setidaknya itu yang dipahami Maria Konsita Marlina, seorang warga Kabupaten Sikka. Ibu rumah tangga ini tidak keliru, karena dia dan keluarga pernah menikmati manfaat JKN-KIS.

Perempuan berusia 38 tahun ini terdaftar sebagai peserta JKN-KIS segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD Kabupaten Sikka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Segmen ini diperuntukkan bagi masyarakat tidak mampu, termasuk Maria Konsita Marlina. Iuran tiap bulan menjadi kewajiban pemerintah daerah setempat.

Dia mengaku bersyukur karena menjadi peserta JKN-KIS. Apalagi kewajibannya membayar iuran sudah diambilover oleh negara.

Dia tidak bisa membayangkan jika harus secara mandiri membayar iuran. Sebagai ibu rumah tangga, dia meyakini akan mengalami kesulitan yang besar.

Sebaliknya jika tidak menjadi peserta JKN-KIS, dia juga akan terbentur dengan masalah biaya ketika mengalami sakit. Dia sangat sadar sekali bahwa urusan kesehatan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Baca Juga :  Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak

Situasi dilematis seperti itu, kata dia, terselamatkan berkat kehadiran program JKN-KIS. Bagi dia, program ini benar-benar menjawab kesulitan masyarakat di bidang kesehatan.

“Bagi saya sebagai masyarakat yang tergolong tidak mampu, biaya pelayanan kesehatan dirasa sangatlah mahal. Oleh karena itu menjadi peserta JKN-KIS sangatlah penting,” ungkapnya beberapa waktu lalu.

Sinta, begitu sapaannya, mengaku sangat beruntung dan bahagia sekali karena terakomodir pada segmen PBI. Apalagi di tengah kondisi kehidupan ekonomi yang dari hari ke hari kian menyulitkan.

Sebagai petani dengan penghasilan tidak menentu, Sinta dikelilingi dengan berbagai macam tuntutan kebutuhan hidup, dari urusan rumah tangga, pendidikan anak, kesehatan keluarga, serta pelbagai kebutuhan lainnya.

Biaya hidup yang mahal, sering membuat perempuan ini pasrah dengan keadaan. Jangankan untuk urusan pendidikan dan kesehatan yang sudah hampir pasti membutuhkan biaya besar, untuk urusan makan minum setiap hari saja, terkadang Sinta perlu banting tulang dan kerja keras.

Baca Juga :  Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan

“Untuk makan minum sehari-hari saja serba tidak berkecukupan. Karena itu bersyukur sekali pemerintah memberikan bantuan berupa Kartu Indonesia Sehat,” ungkap dia terharu.

Sinta sangat mengapresiasi kehadiran program JKN-KIS. Jika dia atau keluarganya sakit, tidak perlu kuatir lagi dengan biaya pengobatan.

Fakta ini, kata dia, membuat beban hidupnya berkurang. Dia tinggal fokus pada kebutuhan pendidikan anak dan kebutuhan rumah tangga.

Sambil itu dia berharap agar kesehatannya tetap terjaga. Dengan demikian iuran yang dibayarkan negara, bisa dimanfaatkan oleh orang lain yang membutuhkan.

Melalui media ini, Sinta mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada pemerintah daerah setempat yang sangat memperhatikan jaminan kesehatan masyarakatnya melalui Program JKN-KIS.

Dia berharap program ini terus berkesinambungan dan perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak.*** (eny)

Berita Terkait

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bandara Frans Seda Maumere Ditutup Sementara
Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri
Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut
Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak
Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah
Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka
Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan
Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:03 WITA

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bandara Frans Seda Maumere Ditutup Sementara

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:31 WITA

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:17 WITA

Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:44 WITA

Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:50 WITA

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:31 WITA

Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:45 WITA

Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:27 WITA

Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Berita Terbaru

Daerah

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Kamis, 11 Jun 2026 - 07:50 WITA