Waspada! Hog Cholera dan ASF Serang Babi di 16 Kecamatan

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 14 Juli 2020 - 15:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 68 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

Maumere-SuaraSikka.com: Warga masyarakat Kabupaten Sikka diminta waspada. Pasalnya penyakit hog cholera dan African Swine Fever (ASF) menyerang babi pada 16 kecamatan.

Diperkirakan dalam hari-hari ke depan, serangan penyakit ini akan meluas, dan bisa menembus 21 kecamatan di Kabupaten Sikka.

Jika ini terjadi, maka dikuatirkan populasi babi sebanyak kurang lebih 71.000 ekor akan berkurang drastis. Fakta ini bakal sangat mengganggu pelbagai aspek kehidupan, karena babi memiliki nilai ekonomis dan sosial budaya yang tinggi bagi masyarakat Kabupaten Sikka.

Data Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Sikka menunjukkan serangan penyakit terhadap babi terjadi di Kecamatan Alok, Alok Timur, Hewokloang, Nita, dan Kewapante.

Serangan penyakit juga terjadi di Kangae, Magepanda, Nele, Mego, Lela, Koting, Alok Barat, Waigete, Bola, Talibura, dan Tanawawo.

Lima kecamatan yang masih bebas dari serangan penyakit adalah Paga, Mego, Palue, Waiblama, dan Doreng. Namun, cepat atau lambat, wilayah ini bakal diserang penyakit jika tidak ada kesigapan antisipasi dan pencegahan.

Baca Juga :  BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit

Kecamatan Alok terdata paling parah. Hingga kemarin sudah 93 ekor babi yang mati mendadak. Menyusul Kecamatan Nita sebanyak 65 ekor, lalu Alok Timur sebanyak 51 ekor, dan Kewapante 47 ekor.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sikka Mauritz da Cunha menyebutkan sudah 418 ekor babi yang mati mendadak. Data tersebut diperoleh dari laporan petugas kesehatan yang turun ke lapangan.*** (eny)

Berita Terkait

Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka
Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal
BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit
Dentuman Keras, Dikira Gempa Susulan, Ternyata Gunung Lewotobi Erupsi Lagi
Belanja Modal Anjlok Rp 12 Miliar Lebih, Infrastruktur Jalan Bakal Jadi Korban
Seng Bantuan untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Ukuran Tipis, Tidak Layak Jadi Atap Rumah
100 Rombel pada 22 Sekolah di Sikka Harus Belajar di Tenda Darurat, SMPN 1 Maumere Pindah ke SKB
Pilkades Serentak Ditunda Tahun 2027, Sikap Bupati Sikka Plin-Plan

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:56 WITA

Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:37 WITA

Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:01 WITA

BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:12 WITA

Dentuman Keras, Dikira Gempa Susulan, Ternyata Gunung Lewotobi Erupsi Lagi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:15 WITA

Belanja Modal Anjlok Rp 12 Miliar Lebih, Infrastruktur Jalan Bakal Jadi Korban

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:20 WITA

100 Rombel pada 22 Sekolah di Sikka Harus Belajar di Tenda Darurat, SMPN 1 Maumere Pindah ke SKB

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:04 WITA

Pilkades Serentak Ditunda Tahun 2027, Sikap Bupati Sikka Plin-Plan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:35 WITA

PMKRI Maumere, Timika, Mataram dan Solidaritas Pemuda-Pemudi NTB Salurkan Bantuan untuk Lansia Terdampak Gempa Flores

Berita Terbaru