Maumere-SuaraSikka.com: Patrisia Sulistia Wati, 23 tahun, tidak perlu lagi kuatir biaya persalinan anak pertamanya. JKN-KIS membuat ibu rumah tangga ini tenang.
Ibu muda ini memang pantas tenang, karena dia menjadi peserta program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).
Lista, demikian sapaannya, bersama suaminya merupakan peserta segmen Penerima Bantuan Iuran APBN (PBI APBN). Iuran setiap bulan dibayar pemerintah pusat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Perempuan yang tinggal di Kecamatan Nele Kabupaten Sikka Propinsi NTT ini awalnya sempat pening memikirkan biaya persalinan. Apalagi menurut perkiraan, dia akan melahirkan pada Juni 2020.
Namun kekuatirannya terjawab setelah mengetahui BPJS Kesehatan selaku lembaga penyelenggara jaminan sosial bakal membayarnya.
“Saya dapat informasi bahwa JKN-KIS yang akan menjaminkan biaya persalinan saya. Terus terang saya senang sekali. Saya pun jadi tenang hadapi proses persalinan,” cerita Lista yang ditemui baru-baru ini.
Lista hanyalah seorang ibu rumah tangga yang kesehariannya lebih banyak berada di rumah untuk mengurus rumah tangganya.
Untuk tambahan kebutuhan keluarga, dia juga berkebun membantu suaminya. Penghasilan dari sektor ini tidak seberapa.
Di tengah kegembiraan bakal mendapatkan buah hati pertama, pasutri muda ini juga dilanda kendala kemampuan ekonomi untuk membiayai persalinan yang tentu saja dalam jumlah yang banyak.
“Saya tahu biaya persalinan sangat mahal. Ini yang bikin pening. Kami hanya petani kecil dengan penghasilan tidak menentu,” ujar dia.
Karena itu Lista dan suaminya mengaku bersyukur mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat, sehingga bisa menjadi peserta program JKN-KIS.
“Manfaatnya berlipat ganda. Bukan hanya iuran tiap bulan dibayarkan, tapi urusan kesehatan juga ditanggung negara,” ujarnya bahagia.
Dengan pengalaman seperti itu, Lista memberikan apresiasi atas hadirnya program JKN-KIS. Kehadiran program ini, kata dia, sangat membantu masyarakat yang tidak mampu seperti dirinya.
Untuk itu dia berharap agar pemerintah tetap mempertahankan program ini secara berkesinambungan. BPJS Kesehatan selaku penyelenggara, pun harus terus diberikan kepercayaan, dan diharapkan dapat terus meningkatkan pelayanan.*** (eny)















