Stef Sumandi Desak Pemerintah Selamatkan Nasib Tukang dan Buruh Puskesmas Bola

0
8
Stef Sumandi Desak Pemerintah Selamatkan Nasib Tukang dan Buruh Puskesmas Bola
Anggota DPRD Sikka Stef Sumandi

Maumere-SuaraSikka.com: Anggota DPRD Sikka Stef Sumandi mendesak pemerintah menyelamatkan nasib tukang dan buruh yang terlibat dalam proyek pembangunan Puskesmas Bola.

Kepada media ini, Rabu (29/7), politisi PDIP Sikka itu mengaku prihatin dengan belum terbayarnya upah tukang dan buruh sekitar Rp 500 juta, sebagaimana pengakuan Henderikus Hermus, salah seorang kepala tukang.

“Pemerintah melalui Dinas Kesehatan harus bertanggungjawab menyelamatkan nasib para tukang dan buruh Puskesmas Bola. Sebab ini bagian dari upaya melindungi rakyat dari dugaan penipuan,” ungkap Stef Sumandi yang juga adalah Ketua Fraksi PDIP.

Dia meminta pemerintah daerah setempat segera memfasilitasi pertemuan antara para tukang buruh dan kontraktor, sehingga persoalan ini segera diselesaikan.

“Kontraktornya sudah tidak ada di sini. Yang tahu alamatnya kan pemerintah, karena pemerintah yang berikan pekerjaan. Jadi kontak itu kontraktor, dan pertemukan dengan tukang dan buruh,” sarannya.

Dia mengingatkan pemerintah agar tidak membiarkan para tukang dan buruh mencari jalan sendiri.

Stes Sumandi menambahkan sudah sering terjadi di daerah ini, bahwa upah tukang dan buruh selalu terlambat dibayar.

“Kalau dibayar pun, sering mesti ada reaksi berlebihan dari para tukang dan buruh,” ujarnya kesal.

Kader banteng yang berasal dari Kecamatan Mapitara ini menambahkan semestinya Puskesmas Bola jangan dulu diresmikan, karena masih ada persoalan serius yang melilit hak dan kewajiban pihak-pihak terkait.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, nasib miris dialami 40-an tukang dan buruh pekerja Puskesmas Bola. Upah mereka kurang lebih Rp 500 juta belum dibayar, sementara kontraktor pelaksananya sudah “kabur”.

Para buruh ini kehilangan komunikasi langsung dengan pihak yang berwenang pada CV Cipta Konstruksi Indah selaku kontraktor pelaksana, sejak pengresmian bangunan ini pada 12 Juni 2020 lalu.

Alhasil, mereka hanya bisa kontak via telepon selular dengan seseorang yang bernama Dominikus Dere Kilok. Itu pun jawabannya selalu sama saja, hanya janji dan meminta para tukang dan buruh bersabar.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini