Stef Sumandi Desak Pemerintah Selamatkan Nasib Tukang dan Buruh Puskesmas Bola

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 30 Juli 2020 - 09:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 73 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Sikka Stef Sumandi

Anggota DPRD Sikka Stef Sumandi

Maumere-SuaraSikka.com: Anggota DPRD Sikka Stef Sumandi mendesak pemerintah menyelamatkan nasib tukang dan buruh yang terlibat dalam proyek pembangunan Puskesmas Bola.

Kepada media ini, Rabu (29/7), politisi PDIP Sikka itu mengaku prihatin dengan belum terbayarnya upah tukang dan buruh sekitar Rp 500 juta, sebagaimana pengakuan Henderikus Hermus, salah seorang kepala tukang.

“Pemerintah melalui Dinas Kesehatan harus bertanggungjawab menyelamatkan nasib para tukang dan buruh Puskesmas Bola. Sebab ini bagian dari upaya melindungi rakyat dari dugaan penipuan,” ungkap Stef Sumandi yang juga adalah Ketua Fraksi PDIP.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia meminta pemerintah daerah setempat segera memfasilitasi pertemuan antara para tukang buruh dan kontraktor, sehingga persoalan ini segera diselesaikan.

Baca Juga :  Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri

“Kontraktornya sudah tidak ada di sini. Yang tahu alamatnya kan pemerintah, karena pemerintah yang berikan pekerjaan. Jadi kontak itu kontraktor, dan pertemukan dengan tukang dan buruh,” sarannya.

Dia mengingatkan pemerintah agar tidak membiarkan para tukang dan buruh mencari jalan sendiri.

Stes Sumandi menambahkan sudah sering terjadi di daerah ini, bahwa upah tukang dan buruh selalu terlambat dibayar.

“Kalau dibayar pun, sering mesti ada reaksi berlebihan dari para tukang dan buruh,” ujarnya kesal.

Kader banteng yang berasal dari Kecamatan Mapitara ini menambahkan semestinya Puskesmas Bola jangan dulu diresmikan, karena masih ada persoalan serius yang melilit hak dan kewajiban pihak-pihak terkait.

Baca Juga :  Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, nasib miris dialami 40-an tukang dan buruh pekerja Puskesmas Bola. Upah mereka kurang lebih Rp 500 juta belum dibayar, sementara kontraktor pelaksananya sudah “kabur”.

Para buruh ini kehilangan komunikasi langsung dengan pihak yang berwenang pada CV Cipta Konstruksi Indah selaku kontraktor pelaksana, sejak pengresmian bangunan ini pada 12 Juni 2020 lalu.

Alhasil, mereka hanya bisa kontak via telepon selular dengan seseorang yang bernama Dominikus Dere Kilok. Itu pun jawabannya selalu sama saja, hanya janji dan meminta para tukang dan buruh bersabar.*** (eny)

Berita Terkait

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bandara Frans Seda Maumere Ditutup Sementara
Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri
Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut
Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak
Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah
Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka
Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan
Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:03 WITA

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bandara Frans Seda Maumere Ditutup Sementara

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:31 WITA

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:17 WITA

Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:44 WITA

Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:50 WITA

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:31 WITA

Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:45 WITA

Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:27 WITA

Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Berita Terbaru

Daerah

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Kamis, 11 Jun 2026 - 07:50 WITA