Lokasi Karantina Terpusat di Maumere Tampung 14 Warga Berbeda Klaster

0
19
Lokasi Karantina Terpusat di Maumere Tampung 14 Warga Berbeda Klaster
Sejumlah eks penumpang KM Lambelu saat dievakuasi ke lokasi karantina terpusat, Jumat (31/7) dinihari

Maumere-SuaraSikka.com: Lokasi karantina terpusat di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sikka di Maumere, sementara ini menampung 14 warga. Semuanya berbeda klaster.

Warga karantina yang paling banyak berjumlah 9 orang dari Desa Hepang Kecamatan Lela. Mereka ini melakukan hubungan kontak dengan EV, pasien positip Covid-19.

Satgas Covid Sikka mengevakuasi terlebih dahulu 7 orang pada Kamis (30/7) petang. Menyusul lagi 2 orang tiba di lokasi karantina pada Jumat (31/7).

EV sendiri sejak Rabu (22/7) malam sudah diisolir di ruang isolasi Dinas Kesehatan Sikka di Jalan Eltari. Dia ini datang dari Kalimantan Selatan, dan baru diketahui hasil swab positip setelah berada di kampungnya.

Selanjutnya terdapat 2 orang dari Watubala Kecamatan Waigete. Mereka berdua ini pernah berhubungan erat dengan KNP, pasien probable Covid-19 yang meninggal pada Selasa (21/7).

KNP, berusia 35 tahun, baru datang.dua hari sebelum dia meninggal. Pemuda ini datang dari Jakarta, dengan penyakit ginjal.

Dia meninggal di ruang isolasi RSUD TC Hillets Maumere, dan hari itu juga langsung dikuburkan secara protokoler kesehatan di Watubala.

Warga karantina lainnya adalah seorang pelaku perjalanan yang datang dari Malaysia. Dia ini berstatus sebagai Pekerja Migran Indonesia, yang akhirnya dideportase oleh pemerintah Malaysia.

Pelaku perjalanan yang berasal dari Kecamatan Waiblama ini berada di lokasi karantina terpusat sejak Sabtu (25/7). Dia dijemput Tim Satgas Covid Sikka dari Pelabuhan Marapokot Kabupaten Nagekeo.

Selain itu terdapat juga 2 warga karantina asal Kecamatan Kangae. Mereka berdua merupakan pasangan suami istri yang baru datang dari Kalimantan.

Pasutri ini menumpang KM Lambelu yang bersandar di Pelabuhan Larantuka, Kamis (30/7). Dia datang bersama 133 penumpang lain yang datang dari berbagai daerah.

Seluruh eks penumpang Lambelu sudah dipulangkan pada Jumat (31/7), kecuali pasutri ini yang memilih bertahan di lokasi karantina terpusat. Keduanya beralasan menunggu dulu hasil swab.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini