Setelah 6 Hari di Kampung, 2 Pelaku Perjalanan “Digelandang” ke Lokasi Karantina Terpusat

0
35
Setelah 6 Hari di Kampung, 2 Pelaku Perjalanan
Pasutri pelaku perjalanan dibawa ke lokasi karantina terpusat, Jumat (7/8) (foto: istimewa)

Maumere-SuaraSikka.com: Dua orang pelaku perjalanan “digelandang” ke lokasi karantina terpusat di Maumere, Jumat (8/8), sekitar pukul 14.30.Wita.

Keduanya sudah 6 hari di kampung, tanpa ada komunikasi dan koordinasi dengan Satgas Covid Kecamatan dan Desa setempat.

Padahal 2 orang ini datang dari Surabaya yang dikenal sebagai zona merah. Keduanya tiba di Kabupaten Sikka pada Sabtu (1/8). Mereka menggunakan transportasi jalan darat.

Ternyata 2 pelaku perjalanan ini merupakan pasangan suami istri. Di kampung di Desa Kajowair Kecamatan Hewokloang, keduanya tidak menjalankan karantina mandiri.

Petugas Puskesmas yang mengetahui keberadaan pasangan suami istri ini, akhirnya membawa mereka ke lokasi karantina terpusat di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sikka di Jalan Ahmad Yani.

Setelah ditelusuri ternyata dua orang ini diketahui tidak mengantongi dokumen apapun yang menerangkan tentang status mereka terhadap virus corona.

“Tidak ada surat keterangan apapun dari Surabaya, seperti hasil pemeriksaan rapid test atau keterangan bebas Covid,” ujar seorang petugas di posko lokasi karantina.

Hingga kini belum diketahui bagaimana caranya pasutri ini bisa lolos dari Surabaya hingga tiba dengan aman di kampung halaman. Padahal setiap orang yang hendak bepergian jauh, apalagi antar kabupaten antar propinsi, mesti dilengkapi dokumen kesehatan.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini