Uang Habis di Surabaya, Pasutri Ini Nekad Kabur Tanpa Kantongi Dokumen Kesehatan

0
20
Uang Habis di Surabaya, Pasutri Ini Nekad Kabur Tanpa Kantongi Dokumen Kesehatan
Pasutri Petrus Peterson dan Hermiana Linde di lokasi karantina terpusat, Sabtu (8/8)

Maumere-SuaraSikka.com: Pasangan suami istri Petrus Peterson dan Hermiana Linde kehabisan uang di Surabaya. Keduanya nekad kabur pulang ke kampung, meskipun tanpa dokumen kesehatan.

Petrus Peterson yang dihubungi di lokasi karantina terpusat, Sabtu (8/8), mengaku aksi itu dilakukan karena keduanya tidak punya pilihan lagi untuk bertahan hidup di Surabaya.

“Uang sudah tidak ada, ya terpaksa kabur saja. Apapun risikonya di jalan, kami siap hadapi,” cerita Petrus Peterson didampingi istrinya.

Di Surabaya, Petrus Peterson bekerja sebagai sopir sebuah perusahaan. Namun sudah 2 bulan perusahaan tempat dia bekerja tidak ada aktifitas. Laki-laki berusia 49 tahun ini pun dirumahkan.

Selama 2 bulan tidak ada penghasilan, Petrus Peterson bersama istrinya akhirnya berencana pulang ke kampung di Desa Kajowair Kecamatan Hewokloang.

Mereka sadar bahwa untuk kembali ke kampung harus mengikuti pelbagai prosedural, dan dilengkapi dokumen kesehatan, seperti hasil rapid test atau hasil swab.

“Urus itu dokumen kan biaya mahal, sementara kami sudah tidak punya uang lagi. Jadi kami abaikan saja,” ungkap dia.

Perjalanan dari Surabaya menggunakan sepeda motor, tidak mengalami kendala apapun. Pasutri ini tidak pernah berbenturan dengan petugas Satgas Covid di beberapa kabupaten yang dilewati.

“Sekitar 2 hari di jalan, aman saja sampai di kampung,” tambah dia.

Petrus Peterson dan Hermiana Linde akhirnya “tertangkap” petugas Puskesmas Hewokloang, Jumat (7/8). Keduanya diketahui tidak pernah melaporkan diri sejak tiba pada Sabtu (1/8).

Setelah ditelusuri, ternyata pasutri ini tidak punya dokumen kesehatan terkait virus corona. Petugas Puskesmas Hewokloang kemudian membawa pasutri ini ke Laboratorium Dinkes untuk pemeriksaan rapid test.

Dari hasil rapid test, diketahui pasutri ini berstatus reaktif. Satgas Covid Sikka memutuskan agar dua orang ini menjalani karantina di lokasi karantina terpusat di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata di Jalan Ahmad Yani.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini